Harga Lada dan Mete Naik, Petani di Konsel Senang


KENDARI (31/11/205)—Petani lada di Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) merasa lega, menyusul naiknya harga lada antara Rp 110 ribu  sampai Rp 130 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga komoditi unggulan tersebut hanya berada di kisaran harga Rp 90 ribu per kilogram. Kenaikan harga itu dipengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang cenderung melemah.
Haji Djamaluddin, salah seorang petani lada di Desa Toluwonua, Kecamatan Landono, berharap agar harga lada dapat bertahan sampai puncak panen pada bulan Desember mendatang.  “Mudah-mudahan harga tetap 100 ribu sampai 130 ribu per kilo. Kalau harga bertahan, petani lada bisa menikmati hasil panen  tahun ini,” ujar Djamaluddin  melalui telepon seluller kepada Cendana News Sabtu (31/11/2015).
Luas kebun lada Djamaluddin, yang saat sebagian sudah dipanen hampir  2 hektar. Diperkirakan hasil panen yang dapat dihasilkan tahun 2015 ini, sekitar 100 juta. Asalkan harga lada tidak mengalami penurunan sampai akhir tahun ini.
Naiknya harga lada di pasaran disambut gembira juga oleh Madong, petani lada dari  Desa Mowila. “Biarmi dolar naik terus, asalkan harga hasil perkebunan naik juga. Ya seimbanglah jerih payah dan biaya yang dikeluarkan petani, dengan hasil yang diperoleh,” kata Madong bersemangat melalui telepon..
Tanaman perkebunan yang juga saat ini sementara dalam masa panen adalah jambu mete, yang sangat terkenal di Sultra. Komoditi yang sudah diekspor ke India ini, harganya Rp 10 sampai Rp 15 ribu per kilogram. “Harga jambu mete ditingkat petani di Kecamatan  Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan sekitar 10 ribu per kilogram. Kalau kualitas biji metenya baik, harganya lebih mahal lagi,” ungkap Amir melalui telepon selulernya.
Dengan harga dikisaran Rp 10 ribu, menurut Amir yang bekerja sebagai pedagang pengumpul, petani sudah merasa lega. Apalagi panen jambu mete tahun ini tergolong berhasil, sebagai dampak dari kemarau yang cukup panjang. ’Kalau musim panas, pasti tanaman jambu mete berhasil. Karena jambu memang senang musim kemarau. Jambu tidak terlalu suka kalau hujan berlebihan. Bunga jambu gugur semua,” jelasnya. (Editor : Gani Khair)

JURNALIS : RUSTAM
Jurnalis Cendana News wilayah Sulawesi Tenggara. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi wartawan di beberapa media cetak lokal maupun nasional. Gabung dengan Cendana News Oktober 2015. 
Akun twitter : @rustamcnd 
Lihat juga...