Harga Membaik, Permintaan Masyarakat akan Ikan Meningkat

LAMPUNG — Membaiknya harga ikan, khususnya di Pasar Tradisional Lampung Selatan meningkatkan permintaan masyarakat. Tingginya permintaan akan ikan laut tersebut diakui oleh pedagang, Maisaroh. Disebutkan, salah satu faktor permintaan karena harga ikan dan daya beli masyarakat ikut membaik.
“Kita jual dengan harga yang lebih turun dan beruntung masyarakat di sini memang gemar makan ikan laut sebab memang jauh dari laut, kita menjual tak terlalu mahal,”ungkap Maisaroh kepada media Cendananews.com di pasar tradisional Pasuruan Lampung Selatan Minggu (18/10/2015).
Harga ikan Salem yang dijual oleh Maisaroh dan sesama penjual ikan di lapak tersebut berkisar Rp.17ribu-Rp.18 ribu, ikan Selar Rp.15ribu, Ikan Tongkol Rp.23ribu, ikan Simba Rp.40ribu-Rp.45ribu, udang Rp.20ribu tergantung jenis. Sementara ikan jenis lainnya pun dijual para pedagang dengan harga cukup terjangkau oleh masyarakat.
Selain ikan laut, penjual ikan air tawar pun mengakui cukup membaik bagi konsumen, jika biasanya harga ikan lele bisa Rp.23ribu kini dijual dengan harga Rp.20ribu untuk kisaran siap goreng tergantung ukuran besar kecilnya ikan. Sementara untuk harga satu kilogram ikan gurame saat ini, yang dijual dari kolam petani sebesar Rp.21ribu hingga Rp.22ribu.
“Jika harga baik, dan bisa untung, minimal mampu dijual sampai Rp.27ribu hingga Rp.28ribu  per kilogram. Ini harga dari kolam petani, berbeda lagi kalau di pasar,” katanya.
Sementara untuk harga ikan jenis lainnya, seperti lele dan nila dirasa petani sudah cukup bisa mengambil keuntungan, yaitu, untuk lele sebesar Rp.20ribu per kilogram, sedangkan nila Rp18ribu sampai Rp.19ribu per kilogram.
Ia mengaku saat ini pasokan ikan dari pembudidaya ikan memang cukup sulit akibat kemarau berkepanjangan, namun di beberapa wilayah penghasil ikan seperti di Palas pasokan ikan air tawar masih bisa tercukupi. Dampaknya harga ikan masih bisa terjangkau oleh masyarakat terutama yang ingin mengkonsumsi jenis ikan air tawar.
“Pembeli kan beragam ada yang tak suka daging ayam maka membeli ikan laut, tapi tetap ada yang menyukai ikan air tawar dan kita sediakan juga ikan air tawar,”ungkap Sobri yang sudah lima tahun berjualan di pasar tersebut.
Mengenai stok ikan beberapa pedagang ikan di pasar tradisonal Pasuruan mengaku  tidak akan bermasalah. Di seluruh Kabupaten Lampung Selatan, setidaknya ada sekitar empat hingga lima tempat pendaratan ikan serta tempat pelelangan ikan laut dari perairan Selat Sunda. Sementara untuk ikan air tawar beberapa sentra petani ikan pun masih bisa mencukupi kebutuhan akan ikan air tawar.
“Kalaupun tidak mencukupi, stok ikan bisa ditambah dari luar Lampung. Misal saja dari Tasikmalaya serta beberapa daerah di Jawa Barat, Banten serta pembudidaya lain dari kabupaten Tanggamus,” katanya.
Ia mengaku peran pemerintah dalam mengupayakan masyarakat gemar mengkonsumsi ikan juga turut memberi dampak positif bagi para pedagang ikan. Sebab ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat bagus untuk perkembangan terutama bagi anak anak yang berimbas dengan semakin banyaknya kaum ibu rumah tangga yang memilih membeli ikan di pasar tradisional.

MINGGU, 18 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...