Harga Terlampau Tinggi Sebabkan Operasi Pasar Bulog Sepi Pembeli

Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin
MATARAM — Operasi Pasar beras yang digelar Badan Urusan Logistik Nusa Tenggara Barat di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram sejak Kamis, 8 Oktober kemarin hingga hari kedua masih sepi pembeli. Selain dinilai kurang sosialisasi juga karena harga jual yang dinilai masih tinggi.
Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin menanggapi sepinya pembelian beras raskin jenis premium dalam operasi pasar yang digelar Bulog di tiga pasar tradisional Kota Mataram, pasar Kebon Roek Ampenan, pasar Pagesangan dan pasar Sindu.
“Kalau menggelar OP, jangan hanya sekedar formalitas, tapi mestinya harus disesuaikan dengan daya beli masyarakat supaya banyak yang mau datang membeli, harga sembilan ribu seratus rupiah itu masih tergolong mahal untuk masyarakat, khususnya kalangan bawah, kalau bisa 7 atau 8 ribu rupiahlah,” kata Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin, Jum’at (9/10/2015).
Dikatakan, apalagi di tengah kondisi prekonomian masyarakat sekarang yang masih memperihatinkan baik karena dampak melemahnya rupiah, kenaiakan harga BBM maupun sejumlah kebijakan pemerintah pusat yang telah berdampak langsung kepada masyarakat pedesaan dan pinggiran.
Bertambahnya angka kemiskinan baru, sebesar tujuh ribu lebih yang dirilis Badan Pusat Statistik beberapa waktu lalu juga merupakan dampak dari melemahnya rupiah termasuk kebijakan pemerintah pusat yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat di daerah.
“Jadi kalau menggelar OP, harga jual yang dilepas Bulog seharusnya bisa yang disesuaikan dengan kemampuan dan daya beli masyarakat, kan tujua OP itu digelar, selain untuk mengendalikan harga juga untuk membantu masyarakat yang daya belinya rendah,” ungkapnya.

JUMAT, 09 Oktober 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...