Humas Polda Papua: MZS Diduga Miliki Jaringan di Afrika

Kabid Humas Polda papua, Kombes Pol Patrige Renwarin
JAYAPURA — Perempuan berinisial MZS yang ditangkap karena kedapatan membawa shabu sekitar 4 kilogram melalui pemeriksaan X-Ray di pos Bea dan Cukai l, Skouw, Perbatasan RI-PNG beberapa waktu lalu diduga memiliki jaringan narkoba di Afrika. 
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Patrige Renwarin mengatakan, dari keterangan yang bersangkutan ke penyidik, MZS bekerjasama dengan teman-temannya di Afrika, namun keterangan tersebut masih harus didalami pihak kepolisian, karena masih menerima informasi dari yang bersangkutan.
“Kami harus dalami, apakah benar atau tidak. Ini yang harus didalami. Karena terus terang ini pertama kali kami ungkap perkara yang sebesar ini,  sehingga kecurigaan kami kuat bahwa ini memang jaringan internasional,” kata Patrige kepada Cendana News, Rabu (07/10/2015).
Dengan adanya kasus tersebut, Polda Papua bekerjasama dengan Polda Metro Jaya, yang mana kata Patrige, MZS pernah ditahan beberapa tahun yang lalu. “Dan juga  Direktorat Narkoba Bareskrim Mabws Polri,” ujarnya.
Masih hasil pemeriksaan sementara, lanjut mantan Wadir Intel Polda Papua ini membeberkan bahwa MZS menyebutkan 3 nama rekannya yang berstatus warga negara asing (WNA). 
“Kami sedang koordinasi dengan Mabes Polri, tiga nama yang telah disebutkan oleh MZS. Apa kaitannya mereka dengan perkara ini, dan dengan jaringan ini,” ujarnya.
Pengakuan lainnya dari MZS, menurutnya narkoba jenis sabu tersebut akan dibawa ke Jakarta. Kemungkinan besar MZS menduga jalur pemeriksaan atau petugas di wilayah batas RI-PNG hingga Sentani, Kabupaten Jayapura, dapat dilalui dengan mudah.
“Karena pertama kali lewat di Skouw, Perbatasan RI-PNG, dia berhasil lolos tanpa pemeriksaan ketat. Kemungkinan besar dia simpulkan jalur aman. Ternyata saat kedua kali ia mau melintas, ternyata tertangkap,” katanya.
Dikatakan Patrige, banyaknya jalur-jalur jalan tikus diperbatasan Skouw, Kota Jayapura, RI-PNG, juga membuat anggotanya agak kewalahan meminimalisir masuknya narkoba, terlebih narkoba jenia ganja yang selama ini dipasok dari negara tetangga tersebut.
“Jalur-jalur tikus ini memang banyak, tapi ini jalur transportasi untuk jenis ganja, sedangkan untuk sabu, ini baru pertama kali. Dari 4 kilogram yang ditimbang, sampai sekarang kamj masih menunggu. Apakah itu murni semua 4 KG atau ada campuran-campurannya,” tuturnya.

RABU, 07 Oktober 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...