HUT TNI di Ambon, 427 Senjata Api Ilegal Dimusnahkan

AMBON — Dalam HUT ke-70 TNI yang dilaksanakan di Lantamal Halong, Ambon Provinsi Maluku, Senin (5/10/2015) dilakukan pemusnahan senjata api laras panjang dan pendek ilegal sebanyak 427 pucuk.
Masing-masing senjata standar, 65 pucuk terdiri dari laras panjang 48 pucuk dan laras pendek 17 pucuk. Untuk senjata rakitan 362 pucuk. Masing-masing laras panjang 260 pucuk dan laras pendek 102 pucuk.
Menurut Pangdam XVI Pattimura, Mayjen TNI Doni Munardo menyebutkan, 427 pucuk senjata api yang dimusnahkan saat HUT Ke 70 TNI ini adalah hasil razia dan juga ada yang diserahkan secara sukarela oleh warga.
Pemusnahan 427 pucuk senpi ini dilakukan usai upacara HUT TNI Ke 70 di Mako Lantamal IX Ambon dipimpin langsung Gubernur, Pangdam, dan Kapolda Maluku, dan Kajati Maluku, dengan cara dipotong dengan menggunakan gerjaji.
Menurut Pangdam, ada senpi jenis FN 45 buatan Amerika dan Pindad buatan Eropa.
“Sebagian yang belum dimusnahkan karena menunggu laporan resmi dari Polda Maluku. Laras panjang 7 pucuk dan laras pendek 25 pucuk,” terang Mayjen TNI Doni Munardo.
Sementara itu, upacara yang mengangkat tema, Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian diikuti seluruh pasukan kesatuan dari TNI AD, AL, AURI, dan Kepolisian serta Brimob. Bertindak selaku Inspektur Gubernur Maluku, Said Assagaff.
Gubernur dalam arahannya menyampaikan, kepada semua pihak untuk menciptakan situasi yang kondusif di Maluku. Gubernur juga mengimbau bagi masyarakat Maluku yang masih menyimpan senjata api dan bahan peledak agar diserahkan kepada pihak yang berwajib baik itu TNI maupun Polri.
“Para Kepala Desa di desa masing-masing, selama senjata api masih beredar di tangan masyarakat, otomastis keamanan belum terjamin. Terjadi teror terhadap masyarakat. Jika senjata api itu diserahkan, maka stabilitas keamanan Maluku kedepan saya jamin dapat terkendali,” jelasnya.
Gubernur juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Maluku agar tetap membantu aparat TNI maupun Polri guna tetap menjaga keamanan di provinsi seribu pulau tersebut.
Sementara itu, Pangdam XVI Pattimura, Mayjen TNI Doni Munardo dalam amanatnya berharap kepada semua pihak terutama prajurit KODAM XVI Pattimura menjaga pertahanan dan keamanan di Maluku.
HUT TNI Ke 70 di Mako lantamal IX Ambon, juga dimeriahkan dengan sejumlah atraksi dari prajurit TNI Kodam XVI Pattimura. Diantaranya, atraksi seni bela diri, tari cakalele, barongsai, dan drama kolosal yang menceritakan tentang penjajahan Belanda terhadap rakyat Indonesia di Kota Ambon Maluku. Selain diperagakan oleh ratusan prajurit juga melibatkan warga sipil.
Selain, HUT TNI Ke 70 di Kota Ambon juga diisi dengan agenda penanaman oleh Gubernur, Pangdam, Kapolda dan Kajati Maluku.
Atraksi lain adalah, parade pasukan yang diikuti TNI, Polri, Pegawai Negeri Sipil maupun para pelajar, dan diakhiri dengan makan patita bersama tamu undangan serta warga masyarakat yang berdomisili di sekitar Lantamal IX Ambon.
Tampak kapal patroli dan speetboad milik Lantamal IX Ambon juga beratrakis di teluk Mako Lantamal IX Ambon. Atraksi ini menarik warga yang hadir saat upacara.
SENIN, 05 Oktober 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...