Indonesia dan Jepang Bahas Masalah Hak Kekayaan Intelektual

Forum Hak Kekayaan Intelektual di Yogyakarta
YOGYAKARTA — Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Jepang menyelenggarakan forum diskusi guna membahas permasalahan menyangkut hak paten dan merk dagang sebagai kekayaan intelektual yang harus dilindungi sebagai upaya penguatan ekonomi bangsa. Hak paten menjadi bagian penting dalam upaya mendorong perkembangan dunia usia, utamanya bagi Indonesia yang masih dalam taraf berkembang.
Forum Kekayaan Intelektual Indonesia-Jepang 2015 atau Indonesia-Japan Intellectual Property Forum, yang diselenggarakan dua hari, Selasa 27 Oktober 2015 sampai 28 Oktober 2015 di Hotel Tentrem, Jalan AM Sangaji, Yogyakarta juga sebagai tindak lanjut pertemuan bilateral antara Indonsia dan Jepang di Nara, Jepang pada bulan Mei 2015 dalam upaya memperkuat hubungan kerjasama ekonomi dengan Jepang.
Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H Laoly
Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H Laoly ditemui usai acara pembukaan mengatakan, pertemuan itu menjadi sangat penting tidak hanya untuk mempererat kerjasama dua negara. Namun juga sebagai upaya menambah pengetahuan dan pengalaman dalam pelaksanaan sistem kekayaan intelektual di kedua negara.
Jepang, kata Yasonna, merupakan salag satu mitra ekonomi terbesar Indonesia dengan volume perdagangan mencapai 40,17 Dolar AS dan sebagai investor kedua terbesar Indonesia senilai 2,7 Milyar Dolar AS pada tahun 2014. 
“Ini menunjukkan bahwa peran sistem perlindungan kekayaan intelektual menjadi aspek yang sangat penting untuk menjalankan perdangan dengan cara yang sehat dan dan adil,”kata Yasonna.
Lebih jauh, Yasonna memaparkan, jika perlindungan intelektual adalah perlindungan bagi para kreator dan inovator yang perlu diberikan, agar para inovator dan kreator terus bisa berkarya untuk memberi kontribusi ekonomi dan hukum di Indonesia.  Untuk itu, kata Yasonna, Indonesia juga telah membentuk Badan Ekonomi Kreatif yang sangat berkaitan erat dengan kekayaan intelektual.  
“Diharapkan bidang ekonomi kreatif nanti bisa turut menyumbang perekonomian,” ungkapnya. 
Sementara itu, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual RI, Ahmad M Ramli mengatakan, forum yang lebih menekankan kepada peran para pemangku kepentingan dan pelaku bisnis di kedua negara diharapkan mampu menambah pemahaman para pelaku bisnis terkait perlindungan kekayaan intelektual. 
Dengan menghadirkan narasumber dari pihak berkompeten yaitu DJKI, JPO, KADIN, JETRO dan pelaku usaha dari kedua negara, forum diskusi ini diharapkan juga mampu memperat hubungan antar kedua negara.
Forum Kekayaan Intelektual Indonesia-Jepang, kata Ramli, juga akan diselenggarakan lagi di Jepang pada tahun 2016. Sementara itu dalam pelaksanaan forum tersebut kali ini juga dilakukan penanda-tanganan kerjasama di bidang kekayaan intelektual antara Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. 
SELASA, 27 Oktober 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...