ISE 2015; Kadek dan Palguna, dari Bali untuk Indonesia

I Dewa Gede Ary Palguna dan I Kadek Sudiarsana, ilmuwan muda binaan INTEL dari Bali
JAKARTA — Ajang Indonesia Sains Expo (ISE) 2015 di Gedung LIPI Jakarta merupakan sesuatu yang membanggakan bagi I Kadek Sudiarsana dan I Dewa Gede Ary Palguna yang keduanya berasal dari Bali. Mereka merupakan ilmuwan-ilmuwan muda berprestasi binaan INTEL sejak dini yang diambil dari Sekolah Bali Mandara, Bali.
Acara ISE 2015 adalah tempat dimana mereka berdua mendapatkan pengakuan sebagai Ilmuwan-ilmuwan muda berprestasi oleh negara melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Hasil penelitian Kadek dan Palguna yang berhasil membawa mereka berdua meraih penghargaan adalah mengenai ” The Motif Development of Geringsing Sarong”, atau pengembangan motif kain tenun ikat geringsing dari desa Tenganan-Pegeringsingan, Karangasem Bali.
” Tenun ikat geringsing dari desa Tenganan-Pegeringsingan Bali menggunakan teknik yang dinamakan double ikat dan teknik ini hanya didapati di tiga negara di dunia, yaitu India, Jepang dan Indonesia yang hanya ada di desa Tenganan-Pegeringsingan, Karangasem, Bali. Jadi kain ini benar-benar spesial dan legendaris,” Urai I Kadek Sudiarsana, ilmuwan muda asli Karangasm, Bali kepada Cendana News, Sabtu (10/10/2015).
Ada satu saat di mana terjadi kebakaran besar di desa Tenganan-Pegeringsingan yang melenyapkan hampir seluruh motif-motif bersejarah dari kain tenun ikat geringsing. Hal ini sangat memprihatinkan dan akhirnya membuat mereka berdua berusaha menciptakan software yang dapat membuat, menyimpan, sekaligus mengedit motif-motif kain ini dengan rumus yang terbentuk dari sistem matematika Paskal Geometris.
” Kami melakukan riset cukup lama untuk penelitian ini, karena kami tidak ingin motif-motif itu nantinya melenceng dari filosofi kebudayaan serta agama yang ada di Bali. Jadi hasil karya kami nantinya dapat benar-benar mewakili Bali dan Indonesia untuk kedepannya,” Tegas I Dewa Gede Ary Palguna yang asal Jimbaran, Badung, Bali.
Harapan dan pesan mereka berdua bagi siapapun ilmuwan muda yang akan muncul setelah mereka di Indonesia adalah, jangan pernah menyerah dalam sisi apapun didalam sebuah penelitian, tetap berjuang sesuai jalur yang ada, dan jangan pernah meninggalkan perkembangan IPTEK dalam berkarya, karena disitulah awal dari sebuah inovasi.
Miechell Koagouw
SABTU, 10 Oktober 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...