Jalan dan Monumen HM. Soeharto Hiasi Kabupaten Wonosobo

Monumen patung HM Soeharto di Kabupaten Wonosobo
SEMARANG — Nama dan monumen patung Presiden ke II Negara Kesatuan Republik Indonesia, Jenderal Besar HM. Soeharto menghiasi salah satu jalan yang ada di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Abdul Kholiq Arif
Bupati Wonosobo, Abdul Kholiq Arif menyebutkan, peresmian Jalan Jendral Soeharto dengan panjang lebih kurang 6 KM dilaksanakan pada 10 Oktober 2015 lalu bersamaan dengan pemberian nama pahlawan dan tokoh perjuangan pada jalan-jalan baru yang ada di daerah tersebut.
Disebutkan, Jalan Jendral Soeharto menggantikan jalan lama yang selama ini dikenal warga masyarakat sekitar dengan sebutan Jalan Raya Banyumas. Jalan tersebut merupakan jalan arteri utama satu-satunya yang menghubungkan bagian sebelah barat Kota Wonosobo hingga perbatasan Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.
Sedangkan diantara kedua gapura perbatasan yang menghubungkan antara Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, tepatnya di daerah Sawangan, telah dibangun Monumen Patung H.M. Soeharto. Peresmian yang juga dilakukan pada  10 Oktober 2015 dihadiri Bimo Pramudya, sebagai utusan perwakilan dari keluarga H.M. Soeharto.
Sementara itu, Monumen Patung H.M. Soeharto berwarna kuning keemasan, sedangkan di sekelilingnya juga dibuatkan taman dengan ukuran luas 3 X 5 meter, dihiasi dengan aneka jenis tanaman, sehingga kelihatan indah dan asri. Meski saat ini ketika di malam hari, di sekitar monumen patung tersebut hanya ada satu penerangan lampu jalan, sehingga kelihatan kurang terang kalau dipandang dari kejauhan.
Bupati menyebutkan, pemberian nama jalan dan pembangunan monumen merupakan bentuk dari mengenang akan jasa dari Jenderal Besar HM. Soeharto yang memiliki hubungan yang dekat dengan semua masyarakat, terutama di Wonosobo.
“Maksud dan tujuan pembangunan Monumen Patung H.M. Soeharto adalah untuk mengenang jasa – jasa beliau yang pernah menjabat sebagai Presiden RI ke 2 dan sekaligus sebagai Bapak Pembangunan Bangsa, khususnya bagi warga masyarakat Kabupaten Wonosobo dan sekitarnya .” sahut Abdul Kholiq Arif, Bupati Wonosobo yang menjabat selama dua periode di rumah dinasnya, Sabtu (17/10/2015).
Abdul Kholiq Arif juga menjelaskan, perubahan nama – nama jalan di kota Wonosobo tertuang dalam Peraturan Daerah ( Perda ) Kabupaten Wonosobo No. 9 Tahun 2014, sedangkan proses pembangunan 15 monumen patung tersebut dimulai awal bulan September 2015, dengan total biaya seluruhnya hampir mencapai 450 juta Rupiah.

SABTU, 17 Oktober 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...