Jalan Penghubung Antar Kecamatan di Lampung Mulai Diperbaiki

Pekerja sedang membersihkan jalan yang akan diperbaiki

LAMPUNG — Setelah bertahun tahun mendambakan perbaikan jalan lintas Kecamatan, akhirnya warga di Penengahan dan Sragi serta Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung dapat bernafas lega. Jalan penghubung antar kecamatan tersebut saat ini masih jalanan berbatu onderlag dengan beberapa bagian diantaranya sudah rusak saat ini tengah dilakukan perbaikan.
Menurut salah satu pegawai Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Selatan, Purwanto menyebutkan, jalan lintas kecamatan tersebut akan ditingkatkan statusnya dari jalan berbatu menjadi jalan lapisan atas pasir (lantasir). 
“Para pekerja  sudah melakukan perbaikan di tanjakan serta jalanan yang berlubang sepanjang beberapa kilometer mulai dari tanjakan Way Pisang,”ungkap Purwanto kepada media Cendananews.com Kamis(1/10/2015)
Proses pengerjaan perbaikan jalan tahap pertama sepanjang 2.700 meter dipastikan akan dikerjakan pada Oktober ini dengan sumber pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Lampung Selatan.  
Diharapkan dengan diperbaiki jalan lintas kecamatan tersebut distribusi hasil pertanian akan lebih lancar dari Kecamatan Sragi ke Penengahan serta Ketapang. Selama ini hasil perkebunan, pertanian didistribusikan melalui Kecamatan Palas yang memakan waktu karena jalur memutar.
“Warga lebih memilih jalur memutar meski jauh dan memerlukan biaya operasional tinggi karena jalanan rusak saat musim penghujan,”ungkap Bagong salah satu warga Desa Gandri.
Keengganan warga memilih jalur pintas yang lebih pendek tersebut dikarenakan kondisi yang rusak, terutama saat musim penghujan, sehingga kendaraan roda empat mengalami kesulitan saat mendistribusikan hasil perkebunan dan pertanian.
Sementara itu, walau disambut gembira oleh masyarakat, peningkatan jalan lapisan atas pasir (Latasir) dengan panjang sekitar lebih 1000 meter yang berlokasi di  Dusun Karangjaya – Sindangsari, Desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan juga menuai kritik dari masyarakat. Pasalnya, proses pengerjaan tersebut diduga dilakukan asal jadi.
Selain terkesan asal jadi, peningkatan jalan latasir tersebut juga tidak transparan lantaran tidak dipasang papan proyek. Padahal berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik. Setiap proyek pembangunan apapun harus dilengkapi dengan papan informasi yang jelas.
Penelusuran Cendana News, Kamis (01/10/2015) sepanjang jalan antar dusun tersebut bergelombang akibat batu onderlag muncul dipermukaan. Sedangkan, dari titik 0 meter hingga sekitar 1000 meter tidak dijumpai papan informasi proyek sehingga rekanan diduga menutupi identitas proyek itu.
Menurut tokoh masyarakat yang jati dirinya enggan disebutkan, meskipun masyarakat sekitar menyambut gembira dengan adanya perbaikan jalan menjadi jalan latasir, ia menilai pembangunan tersebut diduga dilakukan asal jadi. Pasalnya, kontruksi jalan sangat tipis dan masih dijumpai gelombang.

JUMAT, 02 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo

Lihat juga...