Janji Puspayoga dalam Rapimnas IKAPPI III untuk Pengusaha Kecil di Indonesia


DKI. JAKARTA — Dalam pembukaan Rapimnas III 2015 IKAPPI di Ballroom Cempaka, Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat pada Kamis (15/10/2015), berkesempatan hadir dalam acara tersebut, Menteri Koperasi dan UMKM AA. Gede Ngurah Puspayoga. Kehadiran salah satu anggota Kabinet Kerja ini memberikan beberapa pernyataan yang membawa kesejukan dihati seluruh hadirin yang hadir.

Melalui sambutannya, Menkop dan UMKM mengisahkan masa kecilnya yang besar di lingkungan pasar tradisional Jalan Veteran, Denpasar, Bali. Dengan latar belakang tersebut ia mengatakan bahwa ia sangat bersedia untuk selalu membantu agar eksistensi pasar tradisional semakin kokoh di bumi Indonesia. Terkait krisis ekonomi, Puspayoga menyatakan bahwa hanya pedagang tradisional saja yang tidak terpengaruh dengan krisis ekonomi didalam negeri selama ini.
“karena itulah saya juga dengan berani mengatakan secara pribadi, bahwa pasar tradisional beserta seluruh pedagang didalamnya adalah backbone dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” tegas Puspayoga sembari menyampaikan bahwa sampai detik ini ibunda tercinta adalah seorang pedagang di pasar tradisional Denpasar.
Sepak terjang Puspayoga selama satu dekade menjabat Walikota Denpasar sangat dekat dengan aktivitas pengembangan pasar-pasar tradisional di Bali. Hal inilah yang membuatnya yakin dengan jabatannya sekarang ini ia dapat memberikan sumbangan pemikiran dan perbuatan untuk menyelamatkan pasar tradisional di seluruh Indonesia.
“saya seratus persen mendukung kampanye IKAPPI yang berbunyi Ayo Belanja di Pasar Tradisional,” lanjut Puspayoga dengan sambutan gegap gempita tepuk tangan seluruh hadirin.
Sebelumnya, demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara, maka pemerintah memberikan bunga kredit 12% bagi para investor, dan bunga kredit 22% bagi pedagang kecil. Hal ini adalah sebuah ketidak adilan, dan Puspayoga merubah hal ini. 
“sekarang bukan saatnya kita mengincar pertumbuhan ekonomi, akan tetapi bagaimana melakukan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh lapisan rakyat Indonesia. Pemerataan seperti apa dengan kondisi bunga kredit yang sedemikian rupa,” ungkap Puspayoga.

Maka, sejak awal masa jabatannya sebagai Menteri Koperasi dan UMKM ia akhirnya bisa mendapatkan persetujuan untuk membalikkan keadaan, yaitu bunga kredit 12% bagi pedagang kecil dan bunga kredit 22% bagi investor. Namun hal ini masih tidak memuaskan Puspayoga dalam misinya melakukan pemerataan kesejahteraan, sehingga ia memberikan sebuah janji di hadapan forum.
“awal tahun 2016 nanti, bunga kredit bagi pengusaha kecil akan turun lagi menjadi 9%,” tegasnya.
Menutup kata sambutannya, Puspayoga memohon dukungan serta doa tulus dari seluruh pedagang pasar tradisional agar apa yang sedang diusahakannya demi memeratakan kesejahteraan rakyat dapat terwujud dengan sempurna.
Usai acara, Puspayoga kembali menegaskan kepada Cendana News bahwa janjinya akan terealisasi diawal tahun 2016. Seluruh pengusaha kecil di Indonesia akan menunggu sepak terjang Puspayoga kedepan dalam memeratakan kesejahteraan rakyat. 
JUM’AT, 16 OKTOBER 2015
Jurnalis : Miechell Kuagouw
Foto : Miechell Kuagouw
Lihat juga...