Jend. (Purn) Djoko Santoso : Memperjuangkan Eksistensi Pasar Tradisional adalah Salah Satu Wujud Bela Negara

Jenderal (Purn) Djoko Santoso 
DKI. JAKARTA — Seusai ditetapkan sebagai salah satu Duta Gerakan Nasional bertajuk ” Ayo Belanja ke Pasar Tradisional ” sekaligus menerima anugerah IKAPPI Award Tahun 2015, mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Djoko Santoso memberikan sambutan dan orasi kebangsaan dihadapan peserta Rapimnas III IKAPPI 2015 di Ballroom Cempaka, Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2015)
Dalam sambutannya, Jenderal (Purn) Djoko Santoso menyinggung masalah yang sedang santer dibicarakan yaitu bela negara. Ia menyatakan bahwa bela negara bukan hanya sebatas berperang melawan negara lain, atau ikut dalam sebuah wajib militer saja melainkan bela negara dapat menyentuh semua hal yang dilakukan warga negara berkaitan dengan mengangkat pamor produk-produk dalam negeri, dan menyelamatkan eksistensi pasar tradisional.
Djoko Santoso menginginkan seluruh elemen yang perduli terhadap kelangsungan pasar tradisional di negara ini untuk sadar, faham, bangkit, bersatu, untuk kemudian bekerja keras bersama-sama untuk melindungi eksistensi pasar tradisional. 
“Rakyat sudah terlalu banyak dibodohi dengan segala janji dan pencitraan, sehingga pencerahan berikut pendidikan harus diberikan agar rakyat kita tidak terjerumus kedalam pembodohan-pembodohan yang sama kedepannya,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan agar semua pihak yang terkait dalam perjuangan IKAPPI mengadaptasi semangat seorang Pejuang. Dimana seorang pejuang memiliki keikhlasan atau tanpa pamrih serta semangat militansi atau semangat yang tidak kenal menyerah.
Berbicara tentang pasar tradisional berarti kita berbicara tentang sebuah sistem ekonomi. Dan sistem ekonomi kita sudah porak poranda akibat globalisasi. Kita tidak mampu melawan itu semua karena kita terbelenggu akan pembodohan dan praktek pencitraan yang selama ini terjadi. Padahal didalam sebuah sistem juga memiliki elemen yaitu dasar apa yang dipakai untuk menjalankan sistem tersebut. Hal ini harus diperhatikan dengan seksama karena sistem yang baik pasti akan memberikan hasil yang baik juga kedepannya.
“sistem yang baik itu bukan menjual aset negara, maka saya pribadi mengatakan bahwa sistem ekonomi yang dikembangkan sekarang ini berhasil membuat bangsa Indonesia menjadi kuli, bukan raja di negara sendiri. Inikah yang dinamakan demokrasi? sepertinya kita belum siap untuk itu,” lanjut Djoko Santoso.
Terkait Pasar tradisional Purwakarta yang sudah berdiri sejak tahun 1878 dan sekarang ini sedang berusaha ditutup oleh pemerintah setempat, maka Djoko Santoso turut prihatin terhadap curahan hati para pedagang dari Purwakarta tersebut. Serbuan kaum kapitalis sudah nyata, dan pemerintah telah menunjukkan ketidakberpihakannya kepada suara hati nurani rakyat.
Jenderal (Purn) Djoko Santoso ketika memberikan sambutan dan orasi kebangsaan
Pemecahan masalah pasar tradisional berkaitan erat dengan regulasi. Sehingga jika tidak secepatnya dilakukan pelatihan sekaligus pencerahan bagi para pedagang pasar tradisional, maka pembakaran pasar serta penggusuran secara sepihak akan terus terjadi.
“kita harus menagih janji Menteri Koperasi dan UMKM malam ini, bahwa beliau akan menjadi sandaran bagi para pedagang pasar tradisional,” ajak Doko Santoso yang diikuti gegap gempita suara gemuruh para hadirin.
Dalam Orasi kebangsaannya tersebut, Djoko Santoso tidak henti-hentinya menanamkan jiwa bela negara dalam melakukan misi penyelamatan terhadap pasar tradisional di seluruh Indonesia. Karena dengan membela kepentingan para pedagang pasar tradisional, maka kita sudah melakukan wujud bela negara, yaitu melindungi rakyat Indonesia, seluruh tumpah darah Indonesia. Karena pasar tradisional adalah warisan leluhur bangsa. 
Menutup Orasinya, Djoko Santoso mengingatkan bahwa revitalisasi pasar yang dilakukan pemerintah belakangan ini terkesan dangkal. Karena hanya menyentuh secara fisiknya saja, namun tetap meninggalkan sejuta masalah bagi para pedagang seperti kerugian akibat sepi pembeli, dan lain sebagainya. Sehingga, Ia menginginkan IKAPPI dan semua yang terkait dalam pasar tradisional untuk terus fokus sehingga dapat mengidentifikasi akar permasalahan sejak awal. Dan sejauh ini Djoko Santoso sangat mengapresiasi sepak terjang IKAPPI yang dinilainya sebagai ” sesuatu yang membanggakan “.
Seusai pidato orasi kebangsaannya, politisi Partai Gerindra ini dikejar seorang awak media terkait bela negara dan revolusi mental. Namun ia hanya menjawabnya dengan bercanda ringan. 
“bela negara tidak sebatas wajib militer saja, fahamilah itu sebelum bertanya. Dan kalau bicara revolusi mental jangan dengan saya karena saya seorang prajurit, otomatis mental saya bagus,” jawabnya dengan tawa lepas.
JUM’AT, 16 OKTOBER 2015
Jurnalis : Miechell Kuagouw
Foto : Miechell Kuagouw
Editor : Sari Puspita Ayu
Seputar Rapimnas IKAPPI III 2015
Lihat juga...