Kabut Asap, Beberapa Penerbangan di Bandara SAMS Terganggu

Penumpang saat melakukan refund dampak cansel penerbangan
BALIKPAPAN — Sedikitnya lima penerbangan melalui bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) Balikpapan terganggu aktivitasnya akibat kabut asap yang makin tebal selama tiga hari terakhir.
Humas Bandara Sepinggan Balikpapan Awaluddin
Humas AP Sepinggan Awaluddin mengungkapan, dari sabtu hingga Senin (19/10) masih terjadi penundaan dan pembatalan penerbangan melalui bandara Sepinggan Balikpapan. Dia menyebutkan ada lima penerbangan yang tunda dan didelay pada Senin (19/10).
“ Sedikitnya kemarin yang masih cancel itu Garuda dari Berau ke Balikpapan. Tapi untuk penerbangan dari Balikpapan ke Berau, banjarmasin, Pontianak dan Tarakan itu posisi masih menunggu,” terangnya, Selasa (20/10/2015).
Sebelumnya pada Sabtu dan Minggu terdapat sedikitnya 10 penerbangan mengalami delay dan pembatalan. Penutupan  penerbangan terjadi di bandara Berau dan Tarakan, Pontianak, Samarinda.
“ Ada dampak gangguan operasional penerbangan terutama wilayah Kalimantan. Untuk Pontianak, Kalbar, Palangka belum ada terbang ya. Banjarmasin ada dampaknya berpengaruh delay. Berau dua hari kemarin ditutup dan Tarakan juga terjadi tapi pada pagi hari, malam masih bisa,” ulas Awal.
Pada kesempatan yang berbeda, Deputi Manager Lion Air Grup di Balikpapan Ganesha Bayu Baskoro menjelaskan, belum ada yang membatalkan penerbangan tujuan Tarakan. Namun diakuinya telah terjadi delay akibat kabut asap sejak tiga hari terakhir. 
“Parahnya sejak tiga hari lalu. Kita sih belum cancel kalau delay ya. Jadwal kita ke Tarakan pertama 11.10 WITA baru berangkat jam 19.00,” katanya saat ditemui diruang kerjanya di Bandara SAMS Balikpapan.
Untuk Berau, katanya lebih parah lagi. Kondisinya sejak sebulan lalu hingga saat. Dia menyebutkan jarak pandang minimum di Bandara Kalimaru Berau 3,5 kilometer. “ Di Tarakan itu mendingan masih bisa 1600 meter. Situasi di Berau masih 500 meter,” tukasnya.
Bahkan untuk kemarin, dua rute tujuan Balikpapan – Berau terpaksa cancel akibat jarak pandang yang tidak memungkinkan untuk berangkat.
Dengan kondisi tersebut, Bayu menyebutkan sebagian besar penumpang melakukan refund. Sedangkan untuk penerbangan menuju Tarakan yang transit memilih untuk kembali ke daerah asal.
Sementara itu, salah seorang penumpang tujuan Balikpapan – Berau Eri melakukan refund ke maskapai karena penerbangan dinyatakan batal terbang akibat kabut asap. “Ya karena asap jadi batal. Saya refund saja dan akan berangkat lewat darat saja,” ujar pria yang bekerja di Berau. 

SELASA, 20 Oktober 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...