Kabut Asap Belum Reda, Kualitas Udara Masih Belum Sehat

Kabut asap yang selimuti kota Balikpapan
LIPUTAN KHUSUS — Sejak dua minggu terakhir, di Balikpapan diselimuti kabut asap dan sejak saat itu pula kualitas udara tidak sehat untuk manusia. Kondisi diselimuti kabut asap ini mulai terjadi sejak pagi hari hingga 10.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA) kemudian dimalam hari akan mulai terasa lagi bau asap tersebut.
Secara geografis Balikpapan merupakan salah satu kota yang besar di Provinsi Kalimantan Timur. Letak kota Balikpapan berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara pada bagian utara dan Kabupaten Penajam Paser Utara pada bagian utara.
Kota Balikpapan memiliki kontur wilayah yang umumnya berbukit dan sebagian besar jenis tanah di Balikpapan adalah podlosik merah-kuning dan pasir kuarsa yang mudah tererosi.
Kabut asap yang menyelimuti kota Balikpapan bukan akibat kebakaran hutan di Balikpapan namun asap kiriman daerah yang mengalami kebakaran lahan. Memasuki musim kering dan angin yang membawa asap ke Balikpapan membuat pekat di pagi hari. Kabut asap akan tidak terlihat pada siang hari hingga malam hari.
Kabut asap yang menyelimuti kota Balikpapan sudah dirasakan hampir satu bulan ini, dan ini kualitas udara di kota Balikpapan menjadi tidak sehat. 
Menurut informasi Kepala Badan Lingkungan Hidup Suryanto sejak dua minggu terakhir rata-rata pukul 05.00 – 10.00 wita secara kualitatif, jika dilihat dari alat Indeks standar pencemaran udara (ISPU) mencapai 100 hingga 200 sehingga kondisi udara adalah tidak sehat. “Untuk tanggal 30 September 2015 di pagi hari nilai ISPU 69.34 atau dinyatakan kualitas udara sedang. Mulai berkurang,” tuturnya saat dihubungi, Sabtu (03/09/2015).
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)  Air Pollution Index, disingkat (API) adalah laporan kualitas udara kepada masyarakat untuk menerangkan seberapa bersih atau tercemarnya kualitas udara kita dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan kita setelah menghirup udara tersebut selama beberapa jam atau hari. Penetapan ISPU ini mempertimbangkan tingkat mutu udara terhadap kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, bangunan, dan nilai estetika.
ISPU ditetapkan berdasarkan 5 pencemar utama, yaitu: karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), Ozon permukaan (O3), dan partikel debu (PM10).
Di Indonesia ISPU diatur berdasarkan Keputusan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan yang kini menjadi Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.
Terlihat sejak dua minggu terakhir warga Balikpapan sudah banyak yang menggunakan masker untuk menghindari hirupan asap langsung dan menghindari debu, mengingat sejak dua bulan ini hujan tak kunjung datang. 
Upaya yang dilakukan pemerintah kini dengan menjaga kewaspadaan dini apabila ada kebakaran lahan dan meminta masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan membakar yang menimbulkan asap. 
Hingga kini Pemerintah kota belum menyatakan keadaan darurat karena belum masuk kategori berbahaya sekali, apalagi jarak pandang masih bisa dijangkau. Selain itu kondisinya berbeda dengan daerah yang terkena kebakaran lahan. “ Namun walikota sudah edarkan ke seluruh masyarakat dan instansi untuk gunakan masker. Masker ini dibagikan terus, perusahaan juga banyak membantu. Kita bagikan terus kemasyarakat,” jelas Suryanto.
Dia menambahkan pemkot juga menilai belum perlu mengambil kebijakan meliburkan anak sekolah. Pihaknya terus menghimbau bagi warga yang beraktivitas diluar rumah untuk menggunakan masker. Apalagi bagi mereka yang kondisi daya tahan tubuh tengah menurun.“ Pakai masker saja. Kita himbau terus terutama  untuk pejalan kaki, anak-anak sekolah, mereka yang naik roda dua,” ujarnya.
Saat ini sudah banyak perusahaan yang berpartisipasi membagikan masker kepada karyawannya dan masyarakat untuk menggunakan masker khususnya di pagi hari.
BLH sendiri tidak merekomendasikan KLB karena kondisi kabut asap naik turun. Dia berharap cuaca berpihak karena sudah mulai turun gerimis disejumlah lokasi. 
Kabut Asap  yang mampir di Balikpapan lebih karena kiriman daerah lain termasuk daerah tetangga. Dia meyakini berdasarkan pantauan satelit dan Peta LAPAN, hotspot di Balikpapan tidak ada.
Dari pantauan hingga hari ini kabut asap masih dirasakan meski tidak sepekat satu minggu lalu. Namun demikian pemerintah terus melakukan himbauan menggunakan masker sebagai langkah sementara. Terlihat anak sekolah dan bermain di luar juga menggunakan masker agar terhindar dari penyakit ISPA. 
Saat ini yang diharapkan asap kiriman ini bisa berhenti dan kebakaran lahan tidak terjadi, meski diakui cukup sulit. Angin selatan diharapkan bisa ke Balikpapan agar kabut asap ini hilang dan hujan akan segera turun.
SABTU, 03 Oktober 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...