Kabut Asap Ganggu Kunjungan Wisatawan di Kalimantan

Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Balikpapan Oemy Fasesly
BALIKPAPAN — Kabut asap yang melanda di beberapa wilayah di Kalimantan berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. Penurunan tersebut sangat terlihat pada Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. 
Menurut Direktur Promosi Balikpapan Tourism Board, Joko Purwanto menyebutkan, beberapa minggu terakhir sejak kabut asap mulai menyelimuti Kalimantan, jumlah kunjungan mancanegara dan domestik menurun. 
“Jangankan kunjungan wisatawan mancanegara, jumlah kunjungan wisatawan domestik saja relatif menurun,” ungkap Joko di Balikpapan, Rabu (28/10/2015).
Akibat kabut asap beberapa penerbangan khususnya rute di Kalimantan sangat terganggu dan ini sangat mempengaruhi kunjungan wisatawan. Karena wisatawan memiliki perhitungan waktu yang dimiliki untuk berwisata. 
“Kalau penerbangan terganggu, bisa saja wisatawan datang tapi tidak bisa pulang. Yang cukup tergerus kunjungan wisatanya ini Kalteng, penurunannya sekitar 15 persen. Kalau Kaltim penurunannya sekitar 5 persen, destinasi favorit di Kaltim biasanya Derawan,” ulasnya. 
Joko menambahkan, adanya gangguan pada kenyamanan untuk berwisata ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah setempat untuk tetap dapat memacu kunjungan wisata pada masing-masing daerahnya. 
Untuk itu, promosi wisata baik janga panjang ataupun pendek harus tetap berjalan agar wisatawan tetap memiliki daya tarik untuk berkunjung ke Kalimantan dengan keunggulan destinasi yang dimiliki daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, Oemy Facelsy mengatakan, kunjungan wisata di Balikpapan belum begitu terkena imbas kabut asap selama beberapa pekan awal Oktober. 
Ia mengatakan, kunjungan di Balikpapan tak hanya terpusat pada destinasi wisata, justru cenderung lebih kepada acara-acara pertemuan dan pameran yang diselenggarakan di hotel-hotel. Sampai dengan akhir September, kunjungan wisatawan mencapai 1,3 juta.
RABU, 28 Oktober 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...