Kalimantan Timur dan Kaltara Masuk Program City Gas

Dr. Ibrahim Hasyim anggota Komite BPH Migas di Balikpapan
BALIKPAPAN — Program city gas terus dikembangkan pemerintah pusat di 21 daerah di Indonesia. Dari 21 daerah yang masuk dalam program tersebut 10 daerah telah berjalan.
“Jumlah program city gas terus bertambah. Yang sudah mengalir gas itu Palembang, Prabumulih, Jabodetabek, Cirebon, Surabaya, Sengkang, Tarakan, Bontang, Sidoarjo, dan Jambi,” terang Ibrahim Hasyim, anggota Komite BPH Migas saat menjadi narasumber pada media visit 2015 yang diselenggarakan Pertamina MOR VI, kemarin.
Ia menjelaskan pemanfaatan gas untuk kota gas, investasinya sepenuhnya masih menggunakan dana Pemerintah atau APBN.
Lanjut Ibrahim, harga jual gas relatif murah karena ditentukan oleh BPH Migas. Jika ada nilai ekonomis dan menguntungkan dari perhitungan swasta, dipastikan mereka akan berminat. Dia mencontoh pihak swasta tengah menjajaki bisnis city gas di dua kecamatan di Kabupaten Prabumulih, Sumatra Selatan.
” Belum swasta tapi kedepan tidak menutup kemungkinan swasta masuk dalam program ini. Sekarang ini murah sekali harga gasnya. Kayak di Jakarta spending bisa sampai RP50 ribu perbulan dengan pakai gas biasanya. Lumayan, ” tuturnya
Dia mencontoh pula, di Prabumulih Sumatera Selatan ada tiga kecamatan yang suda berjalan. Dan ada dua kecamatan yang belum terpasang. Prabumulih akan jadi satu- satu kota yang berbasis gas. Dan kemungkinan akan melibatkan pihak swasta.
Sementara menyinggung pelaksanaan city gas Di Balikpapan hingga kini belum diketahui pasti. ” Masih dalam program,” sambungnya.
Program city gas tiap kota akan melibatkan 4000 KK. Di DKI Jakarta dan Botabek sudah ada 17 ribu kepala keluarga yang memiliki dan menikmati gas kota ini.
SABTU, 31 Oktober 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...