Kebakaran Hutan di Kota Bula Maluku Makin Meluas

Kabut asap
AMBON — Kebakaran hutan Bula Kabupaten Seram Bagian Timur hingga kini terus meluas. Rabu (14/10/2015) kebakaran terjadi di belakang pegunungan kota Bula Kabupaten penghasil gas dan minyak bumi tersebut.
Bayu, salah satu warga Bula yang dihubungi Cendana News via handphone Rabu (14/10/2015) menyebutkan, kebakaran terjadi di hutan kawasan Wailolo hingga dekat pelabuhan Sesar Kecamatan Bula Kabupaten SBT.
“Memang sekarang asap tidak selimuti kota Bula. Karena angin ke arah Timur. Kalau malam angin ke barat barulah asap kabut menyelimuti kota Bula,” jelasnya.
Menurut Bayu, kebakaran akibat kemarau panjang sebulan berjalan, juga berdampak pasokan air bersih di Kota Bula semakin berkurang. Disamping sumur-sumur warga kering terpaksa warga di kota ladang gas dan minyak bumi itu harus membeli air dari warga sekitar kota Bula.
“Air bersih terpaksa kita beli. Per tong kuning ukuran 1.200 liter harganya Rp.60.000,” ungkap Bayu.
Ironisnya, otoritas Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur hingga kini belum ada seorang pun yang mau bertanggung jawab dengan musibah kebakaran yang nyaris melanda wilayah tersebut setiap hari.
Bahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Kabupaten Seram Bagian Timur (BNPB SBT), Nurbandi Latarissa terkesan lari dari tanggung jawabnya. Pasalnya, saat dikonfirmasi hingga berita ini dilansir Rabu (14/10/2015), Kepala BNPB Kabupaten SBT itu tetap bungkam.
Sebaliknya, pihak Pemprov Maluku yang setiap tahun mendapat Pendapatan Asli Daerah (PAD) miliaran rupiah, hasil suplai Gas dan Minyak dari Kabupaten SBT, juga belum berbuat apa-apa untuk memadamkan api yang kini memakan lahan sepanjang 15 hektar, di Kabupaten berjuluk Ita Wotu Nusa tersebut.
RABU, 14 Oktober 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...