Kebakaran Hutan di Pulau Seram Maluku Capai 100 Hektar

Ketua DPRD Maluky Tengah, Ibrahim Ruhunussa mengenakan Kaos Merah, bersama aparat TNI AD Younif 731 Kabaresi di lokasi Kebakaran Hutan Setam Utara, Sabtu 24 Oktober 2015
AMBON — Anggota DPRD Maluku Tengah bersama TNI AD Kesatuan 731 Kabaresi meninjau lokasi kebakaran di hutan Kecamatan Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah. Selain meninjau lokasi, DPRD Malteng dan TNI AD Younif 731 Kabaresi bersama warga sekitar memadamkan api.
Usai tinjau lokasi Ketua DPRD Maluku, Ibrahim Ruhunussa menyebutkan, sesuai hasil tinjauan DPRD Malteng di lapangan, hutan Pulau Seram sudah terbakar sekitar 80 hektar hingga 100 hektar.
Dia menghimbau kepada masyarakat agar tetap siaga dan jangan melakukan aktivitas di hutan dengan cara membakar demi mengantisipasi kebakaran hutan di Pulau Seram agar tidak meluas.
Untuk Pemkab Maluku Tengah, Ibrahim juga berharap agar selalu berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat guna memberikan informasi atas bencana kebakaran saat ini melanda hutan Pulau Seram.
“Memang sesuai informasi yang kami terima dari Pemkab Maluku Tengah, Bupati Abua Tuasikal sudah melaporkan kebakaran hutan Pulau Seram ke Pemerintah Pusat dalam hal ini BNPB,” paparnya.
Selain itu, untuk mengantisipasi kebakaran hutan Pulau Seram Maluku Tengah agar tidak lebih parah, DPRD Malteng secara kelembagaan akan membuat pertemuan dengan unsur muspida setempat.
“Rencana Selasa 27 Oktober 2015 DPRD Maluku Tengah akan melaksanakan pertemuan bersama Maluku, Bupati, Kapolres dan Dandim untuk sama-sama kita bicara guna mencari solusi memadamkan api. Karena kondisi saat ini kebakaran sudah capai 100 hektar. Jadi sulit untuk dipadamkan dalam waktu singkat,” jelasnya.
Menyangkut adanya unsur kesengajaan atas kebakaran hutan di Seram Utara, menurut Ibrahim, sejauh ini DPRD Malteng secara kelembagaan belum mengetahui hal tersebut secara pasti.
SABTU, 24 Oktober 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...