Kebijakan Pusat Diharapkan Tidak Recoki Pembangunan Ekonomi Daerah

Seorang staf program unggulan Pemda NTB saat menunjukkan peta tingkat kunjungan wisatawan
MATARAM — Kebijakan yang diberlakukan pemerintah pusat di sejumlah sektor dan bidang diharapkan bisa disesuaikan dengan kondisi daerah, karena bagaimanapun kondisi antara daerah dengan pusat, daerah satu dengan daerah lain tidak sama, terdapat banyak perbedaan berbagai potensi dan sumberdaya dimiliki
“Jangan sampai kebijakan yang diberlakukan yang tujuannya bagus untuk efesiensi justru malah merecokin dan semakin memperburuk kondisi prekonomian daerah, mengingat seringkali kebijakan diberlakukan tidak sesuai dengan kondisi daerah” kata Asisten bidang ekonomi, Gita Ariadi di Mataram, Jum’at (23/10/2015)
Gita mencontohkan beberapa kebijakan pemerintah pusat yang tidak sesuai dengan kondisi daerah NTB seperti larangan berkegiatan di hotel bagi instansi pemerintahan.
“Padahal kita tahu semua kalau NTB merupakan daerah pariwisata,”sebutnya.
Dampaknya bisa disaksikan ketika kebijakan tersebut pertamakali diberlakukan, ribuan karyawan hotel terancam di PHK, karena gara – gara kebijakan tersebut pihak pengusaha jasa perhotelan mengaku bangkrut, tidak banyak pengunjung.
“Kalau kebijakan tersebut dulu tidak segera dicabut, maka bukan hanya pihak pengusaha dan ribuan karyawan yang rugi, Pemda NTB juga bisa bangkrut dan kehilangan sumber PAD, karena selama ini PAD kita banyak bersumber dari sektor pariwisata,” katanya.
Lebih lanjut ia menambahkan, kebijakan lain pemerintah pusat yang tidak sesuai dan merugikan sebagian masyarakat NTB, khususnya nelayan adalah larangan menangkap dan menjual lobster yang beratnya di bawah 200 gram, akibatnya banyak masrakat yang kehilangan mata pencharian dan menjadi pengangguran.
“Kebijakan dengan tujuan efesiensi tentu sangat bagus dan akan sangat kita dukung, tapi harus disesuaikan dengan kondisi daerah, supaya jangan sampai banyak mengorbankan masyarakat seperti sekarang,” ungkapnya.
JUMAT, 23 Oktober 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...