Kemampuan Modernisasi Alutsista Suatu Bagian Harga Diri Negara

Miniatur pesawat tanpa awak
JAKARTA — Penghujung acara Indonesia Science Expo (ISE) 2015 terasa istimewa dengan kehadiran Badan Penelitian dan Pengembangan Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia (Balitbang Hankam RI) yang berhasil mencuri perhatian peserta KIPNAS LIPI 2015 dan pengunjung.
Dengan membawa hasil-hasil pengembangan Sistem Alutsista Tentara Nasional Indonesia (TNI) di ajang pameran karya anak-anak bangsa berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) berskala nasional  memberikan bukti Peran Iptek sangat besar dalam mendukung Industri Pertahanan dan Keamanan Nasional. 
Letkol Laut Herlambang, Balitbang Hankam RI
Letkol laut Herlambang, seorang perwira TNI AL yang bertanggungjawab dalam ruang pameran milik Balitbang Hankam menyataka,n Balitbang Hankam membawa beberapa hasil pengembangan sistem Alutsista yang sudah digunakan oleh TNI.
” Combat Boat berkecepatan 50 knot milik TNI AL sudah memperkuat Armada Timur untuk pengejaran kapal-kapal ikan asing yang seringkali menyusup mencuri ikan di perairan Indonesia. Hal ini demi menegakkan kedaulatan Negara agar tidak diremehkan negara-negara lain,” Tegas Perwira TNI AL asal Jawa Timur ini kepada CND di lokasi ISE 2015.
Balitbang Hankam adalah unsur pendukung tugas teknis Kementerian Pertahanan yang berada di bawah Menteri Pertahanan, serta memiliki tugas melaksanakan penelitian serta pengembangan di bidang pertahanan negara berupa revitalisasi industri pertahanan menuju kemandirian sarana pertahanan.
Kemandirian sarana pertahanan itu sendiri berisi antara lain peningkatan daya gerak Matra (darat,,laut,,udara), daya gempur senjata dan amunisi, sistem komando, komunikasi, kendali, komputerisasi, intelijen, dan modernisasi sistem dukungan perbekalan.
” tidak bisa dipungkiri harga diri suatu negara dapat dilihat juga dari seberapa besar perkembangan kemampuan militer negara tersebut. contoh nyata dalam sejarah salah satunya adalah bagaimana Pak Harto di era Orde baru berhasil membungkam arogansi Australia dengan mendatangkan satu skuadron pesawat tempur F-16 dari Amerika Serikat,” Letkol laut Herlambang kembali menambahkan.
Dalam ISE 2015 kali ini Balitbang Hankam terlihat tidak main-main dalam unjuk kekuatan IPTEK yang telah dicapainya. Coating Anti Radar (lapisan anti radar untuk pesawat udara), Rudal Jelajah R-Han 122, Kendaraan Amphibi Pengangkut Artileri (KAPA), Radio Alkom HF/AF, Hulu ledak Mu 90mm HE, Smart Bomb, dan Drone turut di tampilkan miniaturnya. Dan yang sangat membanggakan adalah semuanya buatan dalam negeri.
Harapan kedepan dari Letkol Laut Herlambang dalam kapasitasnya sebagai perwakilan Balitbang Hankam di ajang ISE 2015 adalah, Indonesia dapat terus melakukan pengembangan sistem Alutsista melalui Balitbang Hankam ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
” Rudal jelajah R-Han 122 sudah membuat negara-negara tetangga bertanya-tanya maksud Indonesia mengembangkannya. Namun apakah kita harus berhenti? Tentu tidak! Kita harus kembangkan lebih dari itu,” Tegas Perwira yang memiliki dua anak ini sambil mengakhiri pembicaraan.
Letkol Laut Herlambang melayani pertanyaan dari beberapa pengunjung booth Balitbang Hankam di ajang ISE 2015
SENIN, 12 Oktober 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...