Kesibukan Luar Biasa di Perlintasan Kereta Api Stasiun Kemayoran

Pelintasan kareta api Stasiun Kemayoran
JAKARTA — Dari kejauhan sayup – sayup terdengar suara ” teng teng teng ” bunyi sirine tanda bahwa sebentar lagi palang pintu perlintasan kereta api akan ditutup sementara, karena ada kereta api yang hendak melintas bersilang melewati Jalan Garuda.
Palang pintu perlintasan terbuat dari kayu dipasang untuk mengamankan perjalanan kereta api, masing masing dengan panjang 5 meter. Saat kereta api akan melintas, maka kedua palang pintu kereta api akan ditutup, sesaat kemudian semua jenis kendaraan bermotor untuk sementara harus berhenti sejenak menunggu lewatnya kereta api.
Namun ada pula beberapa kendaraan jenis sepeda motor yang tetap nekat menerobos palang pintu walau sudah ditutup, mereka seakan tak menghiraukan akan bahaya yang ditimbulkan, padahal telah banyak korban meninggal akibat tertabrak kereta api.
Pantauan Cendana News di lokasi, dalam waktu 24 jam bisa dikatakan hampir setiap 5 menit sekali, palang pintu perlintasan kereta api di Jalan Garuda yang letaknya di dekat stasiun Kemayoran akan dibuka tutup secara otomatis oleh seorang penjaga palang pintu di pos JPL yang letaknya di pinggir jalan.
Santoso, seorang petugas penjaga pos palang pintu kereta api JPL 17 stasiun Kemayoran ketika ditemui Cendana News mengatakan kesibukan di palang pintu antara lain dalam waktu satu jam bisa 120 kali melakukan penutupan jalan sementara.
“Di sini setiap 5 menit sekali, palang pintu perlintasan kereta api akan dibuka dan ditutup, yang sering melintas lalu lalang adalah rangkaian KRL dan Lokomotif, biasanya dari stasiun Pasar Senen ke stasiun Jakarta Kota dan sebaliknya, ” terangnya.
Santoso menambahkan, dalam sehari semalam, petugas jaga palang pintu dibagi menjadi 3 shift, masing – masing petugas kebagian 8 jam setiap harinya, diperlukan kesabaran saat bertugas. Dan dalam bertugas berbagai kondisi dihadapi dengan lapang dada.
“Tak jarang kami dicaci maki oleh para pengguna kendaraan bermotor apabila terlalu lama menutup palang pintu, padahal kami hanya melaksanakan perintah dari atasan ” pungkasnya.
Pengendara ‘bandel’ masih melintas meski palang pintu sudah diturunkan
JUMAT, 30 Oktober 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...