Kopertis: Aktivitas Unidar Dihentikan Karena Dualisme Yayasan

Ketua Kopertis Maluku dan Maluku Utara, Zainudin Notanubun
AMBON — Koordinator Kopertis wilayah XII Maluku – Maluku Utara  (Mal-Malut), Dr. Zainudin Notanubun, M.Pd menegaskan, aktivitas di Universitas Darussalam (Unidar) Ambon dihentikan sementara, karena pelanggaran dibuat pihak kampus berjuluk hijau itu.
Menurutnya, beberapa pelanggaran yang dilakukan Yayasan Unidar adalah, melaksanakan kuliah jarak jauh, kuliahnya tidak benar tapi ijazahnya diterbitkan. Tapi laporan PDPT-nya tidak pernah dilaporkan.
“Yang menjadi syarat mengapa Darussalam di non-aktifkan, kemudian juga dengan dualisme yayasan dan kepemimpinan maka pangkalan data itu diblokir,” demikian kata Zainudin Notanubun kepada Cendana News di ambon, Selasa (13/10/2015).
Notanubun menerangkan, penyelesaian masalah Unidar harus ada kemauan yang kuat antara yayasan dengan pimpinan pergguruan tinggi.
“Harus duduk bersama dan satukan hati, agar masalah ini secepatnya selesai” katanya.
Bukan hanya duduk bersama. Tapi, selanjutnya harus ada pernyataan secara tertulis berupa surat resmi ke Kopertis wilayah XII. Dijelaskan, surat yang dibuat atas usulannya selaku Koordinator Kopertis wilayah XII Maluku dan Maluku Utara.
“Saya usulkan kepada Kemenristek Dikti untuk membuka blokir,” katanya.
Jika pemblokiran dilakukan Dikti sudah dibuka maka proses wisuda yang direncanakan dalam waktu dekat, bisa diakui keabsahannya.
Lantaran, hingga kini masih terblokir maka semua mahasiswa yang sementara menyelesaikan semester atas  dan diwisuda, tetap terdaftar sebagai mahasiswa aktif. Soal ijazah yang digunakan tahun dan bulan lulusan 2015, itu tidak sah atau ilegal.
“Sebab saat itu, mahasiswa masih terdaftar sebagai mahasiswa aktif,” paparnya.
Alasannya, soal blokir bukan berarti Unidar mati, tapi diberikan waktu untuk diperbaiki. Namun waktunya tidak boleh lama, juga tidak boleh lewat dari tiga semester.
SELASA, 13 Oktober 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...