Kurangi Pengangguran, Sarjana Didorong Buka Lapangan Kerja

Oktaviana dan Erlina saat menunjukkan amplop berisi berkas lamaran yang hendak dimasukkan di sejumlah perusahaan, di acara job fair yang diselenggarakan Disnakertrans NTB
MATARAM — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) merilis angka pengaguran di Nusa Tenggara Barat mencapai 11 ribu yang terdiri dari pengaguran terbuka dan tertutup. Tingginya angka tersebut tidak terlepas dari tidak seimbangnya antara pertumbuhan penduduk dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.
“Angka pengangguran masih tinggi karena antara pertumbuhan penduduk dengan ketersediaan lapangan pekerjaan tidak sesuai dan itu hampir terjadi di setiap daerah, karena itulah selain menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan yang ada melalui job fair pemerintah juga terus mendorong tumbuhnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah,” kata Kadisnakertrans NTB, Wildan di Mataram, Jum’at (2/10/2015)
Karena bagaimanapun, keberadaan UMKM selain memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, juga mendorong tumbuhnya usaha baru yang bisa menyerap tenaga kerja terampil yang akan bisa membantu mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran
Lebih lanjut Wildan mengatakan, masalah pengangguran selama ini juga, selain disebabkan keterbatasan lapangan pekerjaan, juga mainset sebagian besar masyarakat yang orientasinya jadi PNS, terutama sarjana lulusan perguruan tinggi dan tidak mau berwirausahan.
“Iklim investasi juga akan terus didorong, supaya banyak perusahaan yang yang mau menanamkan investasi di NTB, apalagi dengan keberadaan NTB terutama Pulau Lombok sebagai daerah destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, tentu akan membutuhkan dan banyak menyerap tenaga kerja,” katanya.
Ditambahkannya, yang terpenting juga, masyarakat juga harus membekali diri dengan keterampilan juga, karena untuk bisa diterima bekerja di suatu perusahaan tidak cukup hanya dengan ijazah dan gelar semata, tapi juga harus dibarengi dengan keterampilan sebagai bekal
Berharap Job Fair Bisa Tetap Diselenggarakan Pemda NTB
Sementara itu, dibalik riuh rendah dan gegap gempita ribuan para pencari kerja melamar pekerjaan di acara job fair yang diselenggara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan puluhan perusahaan yang beroprasi di NTB selama dua hari, 2 – 3 Oktober di Gelanggang Olah Raga Pemuda NTB, tersimpan harapan besar dari para pencari kerja, supaya acara job fair bisa tetap dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Baiknya acara job fair seperti sekarang kita harapkan bisa sering dilakukan setiap tahunnya oleh pemerintah, supaya kita bisa banyak peluang mendapatkan pekerjaan, karena dengan banyaknya jumlah pencari kerja seperti sekarang, persaingan sudah tentu akan ketat,” kata Oktaviana sarjana lulusan jurusan akuntansi Universitas Mataram, Jum’at (2/10/2015)
Okta mengaku sangat senang senang dengan diselenggarakan acara job fair dengan melibatkan banyak perusahaan, sehingga banyak pilihan dirinya bisa memasukkan lamaran sesuai jurusan seperti lamaran yang dibukan sejumlah perusahaan perbankan
Okta sendiri tercatat sebagai sarjana muda akuntansi yang tergolong belum terlalu lama menganggur, karena baru wisuda tahun ini di Unram dengan predikat sebagai lulusan sarjana akuntansi terbaik di kampusnya.
“Mumpung sedang ada pembukaan lowongan, saya hari ini mengajukan lamaran, salah satunya di bank BTPN sesuai jurusan saya, ya harapannya, supaya salah satu di antara empat lamaran tersebut bisa diterima dan segera bekerja,” tutur Okta.
Terpisah Erlina (21) pencari kerja lulusan IKIP Mataram, mengaku telah wisuda dan menganggur selama dua tahun, setelah wisuda pada 2012 lalu dan sampai sekarang belum bekerja, pasalnya bingung mau mengerjakan apa, melamar jadi guru sudah tidak ada tempat, semua sekolah negeri maupun swasta sudah penuh dan tidak menerima guru honor.
“Cari kerja sekarang itu susah, selain jarang ada lowongan kita juga harus bersaing mendapatkan pekerjaan dengan pencari kerja lain, coba bayangkan hampir setiap tahun ribuan sarjana dari perguruan tinggi swasta dihasilkan dan jelas akan banyak saingan” katanya
JUMAT, 02 Oktober 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...