Kurangnya Pengetahuan Sebabkan Tingkat Konsumsi Ikan di NTB Rendah

Ikan nila segar dalam berbagai ukuran nampak memenuhi kolam milik Aisah, Penjual ikan Desa Wage, Kabupaten Lombok Tengah
MATARAM — Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Nusa Tenggara Barat, Syamsiah Amin mengatakan, kurangnya pengetahuan dan pemahaman sebagian besar masyarakat akan manfaat dan nilai gizi dari ikan menjadi salah satu penyebab tingkat konsumsi masyarakat makan ikan masih rendah.
“Gerakan gemar makan ikan ikan hanya akan bisa dilakukan ketika pengetahuan masyarakat tentang manfaat mengkonsumsi ikan sudah ada, mengingat rendahnya tingkat konsumsi masyarakat selama ini, salah satunya disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang manfaat dan kelebihan mengkonsumsi banyak ikan,” kata Amin di Mataram, Minggu (4/10/2015).
Dia menjelaskan, padahal kalau semua masyarakat tau, ikan sebenarnya memiliki protein, gizi dan nutrisi tinggi yang dibutuhkan bagi perkembangan otak dan tubuh manusia, terutama dalam membantu perkembangan kecerdasan otak anak, itulah sebabnya kenapa gerakan gemar makan ikan penting dilakukan sejak masih anak-anak.
Dikatakan Amin, mengkonsumsi banyak ikan juga akan berdampak kepada kesehatan, kecerdasan , dan peningkatan kualitas hidup. Kalau di lihat  secara makro Negara-negara  yang etos kerjanya baik dengan  tingkat pertumbuhan  ekonomi cepat termasuk negara yang tingkat konsumsi ikannya tinggi.
“Mendorong dan meningkatkan konsumsi ikan, selain melalui pemberian pembinaan kampanye gerakan gemar makan ikan kepada masyarakat, juga akan dilakukan dengan menggandeng lembaga dan instansi pendidikan untuk membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan manfaat mengkonsumsi ikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Amin menambahkan, keragaman jenis masakan  ikan yang dihasilkan  atau dikreasikan juga dilakukan untuk mendorong dan menstimulasi Tingkat  konsumsi ikan di masyarakat, khusus di Nusa Tenggara Barat, apalagi harga ikan di pasaran juga cukup terjangkau bagi masyarakat.
MINGGU, 04 Oktober 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...