Lakukan Patroli di Pelabuhan Bakauheni, Polisi Gunakan Sepeda

LAMPUNG — Antisipasi gangguan keamanan di area Pelabuhan Bakauheni Lampung dalam hal kegiatan pedagang asongan,pengojek serta berbagai masalah, anggota Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan(KSKP) Bakauheni melakukan patroli rutin gunakan sepeda. Patroli rutin yang dilakukan di areal Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan tersebut dilakukan pada jam jam tertentu untuk memantau situasi pelabuhan penyeberangan antar pulau Jawa dan Pulau Sumatera tersebut.
Menurut Kepala Unit Bimbingan Masyarakat (Kanit Binmas) KSKP Bakauheni, Aiptu Malulana mengungkapkan, penggunaan sepeda sebagai sarana untuk patroli dilakukan untuk lebih mendekatkan diri dengan para pengasong serta masyarakat yang melakukan aktifitas di pelabuhan Bakauheni.
“Selain lebih efesien saya bisa lebih dekat dengan para pedagang asongan yang selama ini mencari nafkah di pelabuhan dengan berjualan dan juga efesiensi bahan bakar,”ungkap Aiptu Malulana kepada Cendana News, saat ditemui di pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Sabtu (10/10/2015).
Mendengar keluhan, masukan ataupun berbagai persoalan yang dihadapi oleh anggota yang tergabung dalam Persatuan pedagang Asongan dan Mini Market (Pergasam) dirasakan oleh Aiptu Maulana lebih mengena saat menggunakan sepeda. Selain itu selain anggota Pergasam, polisi juga bisa berdialog dengan security pelabuhan Bakauheni, pengojek serta petugas Dishub yang selama ini bertugas di pelabuhan Bakauheni.
“Pelabuhan Bakauheni menjadi tempat yang memiliki persoalan kompleks pada saat tertentu terkadang persoalan antar pedagang, antar penumpang dengan sopir dan sebagai polisi saya tetap harus menjadi penengah,”ungkap Aiptu Maulana.
Rembug pekon atau penyelesaian masalah yang dilakukan dengan musyawarah selalu ditekankan oleh Aiptu Malulana terutama persoalan persoalan yang mengakibatkan konflik antar pedagang yang bisa mengganggu ketertiban.
“Kita selesaikan secara kekeluargaan agar pedagang masih tetap bisa mencari nafkah di sini terutama zona zona khusus disiapkan sehingga pedagang tak perlu rebutan lahan untuk berjualan,”ungkap Aiptu Maulana.
Lebih lanjut Aiptu Maulana mengungkapkan, sekitar 19 kasus kesalahpahaman di area pelabuhan Bakauheni yang merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di Asia Tenggara tersebut bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan sepanjang bulan Januari-Oktober 2015. Penyelesaian masalah tersebut dilakukan untuk meredam gesekan yang timbul di area pelabuhan sehingga  persoalan tidak.
Sementara itu untuk kasus kasus kriminalitas seperti tindakan pencurian, pencopetan atau penyalahgunaan narkotika di area Pelabuhan Bakauheni akan diselesaikan secara hukum sesuai prosedur yang berlaku. Gangguan kriminalitas yang kadang terjadi di pelabuhan Bakauheni selama ini diminimalisir untuk memberi kenyamanan bagi para penumpang kapal pengguna jasa pelabuhan Bakauheni.
Meski menggunakan sepeda onthel, Maulana mengaku sebagai anggota polisi ia melakukan tugas tersebut dengan senang hati. Sebab areal Pelabuhan Bakauheni yang memiliki luas sekitar 60 hektar lebuh tersebut cukup luas dan penggunaan sepeda onthel cukup menguras tenaga.
“Sambil olahraga dan menyampaikan pesan pesan Kambtimbas semua ini saya jalani agar tugas tugas polisi di kawasan pelabuhan bisa berjalan dengan normal,”ujar Maulana.
Penggunaan sepeda onthel selain lebih efesien juga dirasakana Aiptu Maulana lebih fleksibel karena saat melewati zona zona khusus yang tak memungkinkan penggunaan kendaraan roda dua maupun roda empat dalam melakukan patroli keamanan pelabuhan meskipun beberapa anggota KSKP tetap melakukan patroli dengan kendaraan roda empat.
MINGGU, 11 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...