Lestarikan Budaya, Ornamen Siger Hiasi Gapura Desa di Lampung

LAMPUNG — Menjaga kearifan lokal, masyarakat membangun gapura berornamen Siger di pintu masuk ke desa desa di Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan. Ornamen Siger yang merupakan mahkota khas wanita Lampung tersebut berwarna kuning keemasan dan merupakan simbol keagungan budaya Lampung serta memiliki filosofi yang tinggi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari adat Lampung.
Salah satu warga Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Usman(45) mengungkapkan, pembuatan gapura dengan ciri khas berbentuk Siger tersebut merupakan bentuk seni serta melestarikan adat Lampung dalam hal seni bangunan. Penerapan tersebut menurut Usman selain memiliki sisi estetika juga untuk tidak melepaskan jati diri masyarakat Lampung yang memiliki semboyan Sang Bumi Ruwai Jurai.
“Selama ini kan gerbang masuk desa masih berupa papan atau bambu dan saat memperoleh anggaran dana desa salah satu yang harus dibenahi adalah gerbang masuk desa yang merupakan penanda masuk ke kampung,”ungkap Usman saat dikonfirmasi Cendana News di Penengahan, Senin (12/10/2015).
Ia beralasan pintu gerbang merupakan bangunan pertama kali yang secara kasat mata akan dilihat oleh orang yang akan berkunjung atau melintas. Keindahan tersebut mencerminkan bahwa desa yang ada memiliki sikap menerima siapapun yang hendak memasuki wilayah tersebut tentunya dengan sambutan yang baik berupa bangunan berornamen khusus tersebut.
“Selain berciri khas masyarakat Lampung yang diwujudkan dalam bangunan sisi nasionalisme kita juga akan terlihat saat acara khusus akan ada bendera Merah Putih yang terpasang di gerbang ini,”ungkapnya.
Pantauan Cendana News, di beberapa jalan masuk kampung pun terdapat gerbang serupa yang terbuat dari besi dengan pola ornamen Siger di bagian atas gerbang. Sementara di tempat lain penggunaan Siger pun mulai digalakkan untuk semakin menambah estetika gerbang serta gapura yang akan masuk ke kampung.
Selain gerbang beberapa bangunan yang memiliki ornamen berbentuk Siger diantaranya adalah Menara Siger. Bentuk bentuk tersebut menurut warga lain Sodikin (35) merupakan simbol bahwa masyarakat Lampung tak melepaskan jati dirinya terutama dengan masih banyak terdapat bangunan panggung khas masyarakat Lampung.
“Meski sudah zaman modern bahkan dalam pembuatan rumah, kantor pemerintahan masih tetap mempertahankan ornamen Lampung yang melekat dan dilestarikan,”ungkap Sodikin.
Selain di atas gerbang berbentuk Siger, ornamen khas masyarakat Lampung yang diterapkan dalam seni teraplikasi juga di pagar pagar milik warga. Pagar dengan ornamen tapis atau pakaian khas masyarakat Lampung tersebut digunakan untuk penghias pagar pagar yang dibentuk dengan pola warna warni sehingga menarik dari sisi estetika dan juga sarana mempertahankan tradisi kearifan lokal dalam hal seni bangunan.
Alasan lain yang mendasari pembuatan gerbang atau gapura berornamen  Siger dan tapis tersebut menurutnya karena Lampung Selatan merupakan salah satu lintasan penting di Pulau Sumatera. Sebagai pintu masuk wilayah Sumatera serta Lampung, Lampung Selatan dijuluki sebagai Gerbang Sumatera sehingga harus lebih bersolek untuk memberi kenyamanan bagi masyarakat luar Sumatera yang memasuki wilayah Lampung.
SENIN, 12 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...