Lima Ruas Jalan Ditutup, Kemacetan di Semarang Tak Terhindarkan

Kemacetan di salah satu jalan protokol di Semarang
SEMARANG — Terkait dengan adanya kegiatan ” gladi bersih ” upacara peringatan Pertempuran Lima Hari, beberapa jalan protokol di kawasan bundaran Tugu Muda kota Semarang sementara ditutup total. Penutupan tersebut mulai dilakukan selama tiga hari berturut – turut, sejak hari Senin, Selasa, sedangkan hari Rabu (14/10/2015) merupakan puncak peringatan upacaranya.
Penutupan mulai diberlakukan setiap hari sejak pukul 17:00 WIB – 22:00 WIB, sedangkan lima ruas jalan yang ditutup antara lain, Jalan Pemuda ( Mall Paragon ), Jalan Pedurungan ( Eka Karya ), Jalan Imam Bonjol ( kampus Untag ), Jalan Siliwangi ( hotel Siliwangi ) dan Jalan Dr. Soetomo ( gedung PKK ).
Pantauan di lapangan saat hari pertama penutupan kemaren malam Senin (12/10/2015) setelah Mahgrib, tampak kemacetan panjang arus lalu – lintas dari dan ke arah kawasan bundaran Tugu. Salah satu yang terparah adalah Jalan Gajah Mada, meskipun jalan ini tidak termasuk salah satu jalan yang disterilkan.
Sekedar diketahui, panjang Jalan Gajah Mada hanya 2 km, namun saat Cendana News mencoba naik kendaraan umum Bus Trans Semarang ( BRT ), dari Simpang Lima menuju stadiun Tawang yang biasanya ditempuh dalam waktu 10 menit, molor menjadi 30 menit.
Firda, seorang perempuan penumpang bus ketika diwawancara mengatakan, sebelum jam 19:00 WIB, harus sampai di stasiun KA Tawang, mau naik KA ke Jakarta, saya khawatir tiket kereta hangus, sekarang jam 18:15 WIB, masih terjebak kemacetan di Jalan Gajah Mada.
Sedangkan Bambang, penumpang bus lainnya ketika ditanya mengaku, selama penutupan jalan, setiap pulang kerja, untuk menuju halte bus terdekat, saya harus jalan kaki sejauh 300 meter dari Tugu Muda menuju perempatan Jalan Pandanaran, dari situ baru bisa naik bus.
Walaupun petugas Dishubkominfo dibantu petugas Satlantas Polrestabes Semarang dikerahkan untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas kendaraan bermotor, namun kemacetan parah tetap tak terhindarkan. Para petugas tampak kewalahan mengatur.
SELASA, 13 Oktober 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...