Mahasiswa di Universitas Negeri Malang Terus Kembangkan Quadcopter

MALANG — Quadcopter merupakan salah satu jenis pesawat tanpa awak yang memiliki empat motor yang dilengkapi dengan empat propeller atau baling-baling pada masing-masing motor yang digunakan untuk terbang dan bermanuver saat di udara. Pesawat Quadcopter ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga anak muda pecinta teknologi, salah satunya yaitu Ubay Mahasiswa Universitas Negeri Malang.
Ubay sebagai pemogram quadcopter menjelaskan bahwa prinsip dasar pesawat ini adalah menghasilkan tekanan ke bawah dengan motor sebagai penggerak utamanya. Meskipun bentuk dan ukurannya kecil, namun quadcopter memiliki beberapa kegunaan diantaranya untuk mendapatkan foto udara, survei daerah dan pengintaian udara.
“Untuk mengambil gambar atau foto udara dengan menggunakan quadcopter kita bisa pasanga kamera. Ada beberapa jenis kamera yang bisa di pasang, namun sekarang kita gunakan kamera CCTV,”ujarnya.
Selain digunakan untuk mengambil foto udara dan pemetaan, yang terbaru dan yang kini sedang dikembangkan yaitu quadcopter dapat digunakan untuk mengetahui dan memadamkan titik api. Untuk bisa melakukan hal tersebut digunakan sensor suhu dan sensor panas untuk mendeteksi letak titik api. Sedangkan untuk memadamkan api ada dua cara yaitu dengan menggunakan air dan dengan menggunakan gas karbondioksida.
Menurut Ubay, pengembangan quadcopter ini bersifat terbuka sehingga jika ada teman-teman yang ingin mengembangkannya lebih lanjut silahkan saja.
“Tidak peduli orang luar sudah secanggih apa, yang penting orang Indonesia sudah mengetahui dasarnya sehingga kita bisa mengembangkannya sendiri. Itu yang membuat kita kuat dan bisa maju,”tuturnya.
Ubay juga mengaku bahwa pesawat quadcopter yang dia buat bersama teman-teman timnya ini sudah pernah diikutkan perlombaan meskipun belum pernah meraih juara. 
“Meskipun belum bisa menjadi juara paling tidak kita sudah mendapatkan pengalaman dan mengetahui apa saja yang menjadi kekurangan dan perlu dibenahi,” tutupnya.
KAMIS, 15 Oktober 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Foto            : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...