Mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang Tuntut Perbaikan Fasilitas Kampus

Demo Mahasiswa IAIN Imam Bonjo
PADANG — Puluhan mahasiswa dari IAIN Imam Bonjol Padang, yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK) mengumpulkan ratusan mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang dan melakukan aksi damai kepada pimpinan kampus terkait tujuh tuntutan mereka pada pihak rektorat untuk  memperbaiki fasilitas kampus.
Ibob, koordinator aksi menyatakan, sudah empat kali melakukan audiensi dengan petinggi kampus terhadap tujuh tuntutan mereka tersebut. Namun sayangnya, ketika dikonfirmasi lebih lanjut Ibob menyatakan bahwa audiensi tersebut tidak dilakukan secara resmi.
“Sebelumnya, kami sudah pernah audiensi dengan petinggi kampus sebanyak empat kali. Namun tidak dengan cara resmi, Kami berkumpul karena merasa kita terjajah oleh pihak pimpinan kampus, jadi kami berinisiatif melakukan aksi demo,” ujar Mahasiswa Fakultas Dakwah ini pada Cendana News, Selasa (13/10/2015).
Menurut Ibob, aksi ini hanya spontanitas saja, tanpa perencanaan yang matang. Aksi tersebut bertujuan untuk menyampaikan hak-hak mahasiswa yang belum terpenuhi, mulai dari fasilitas yang kurang memadai dan lainnya.
Dalam aksi itu, mereka menuntut agar pihak kampus memberikan toleransi kepada 60 mahasiswa yang tidak dapat melanjutkan kuliah karna terlambat membayar uang kuliah.
“Ada 60 mahasiswa yang diskor. Mereka terlambat bayar uang kuliah karena sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata,” lanjut Ibob.
Selain meminta pihak kampus untuk memberikan toleransi kepada mahasiswa yang diskor, mahasiswa juga menuntut perbaikan fasilitas kampus.
“Kita sudah bayar banyak-banyak tapi fasilitas yang didapat tidak layak, terutama toilet kampus,” ujarnya.
Dalam melakukan aksi unjuk rasa di kampus, puluhan mahasiswa ini membakar ban bekas. Aksi yang dmulai sejak pukul 09.00 WIB, tersebut berakhir pada pukul 12.30 WIB, Wakil rektor I Ikhwan matondang yang mememui massa aksi meminta waktu untuk menyelesaikan tuntutan mahasiswa tersebut.
“Kami sadar dan mengetahui banyak mahasiswa yang mengeluh terhadap fasilitas kampus, tapi kami baru dilantik jadi pimpinan, maka beri kami waktu untuk membenahinya,” Ujar Ikhwan.
Puluhan mahasiswa itu juga mendatangi rektorat kampus. Namun karena rektor tidak di tempat, akhirnya para mahasiswa itu membubarkan diri sekitar pukul 12:30 WIB.
Dihubungi terpisah, Rektor IAIN Imam Bonjol Padang Eka Putra Wirman, yang dihubungi via handphone tetap mempertahankan keputusan kampus terkait 60 mahasiswa yang diskor, karena sebelumnya kampus telah memberikan kemudahan bagi mahasiswa KKN untuk membayar uang kulian secara online.
“Jadi kalau gak bayar dengan alasan KKN, ya gak bisa bisa kuliah, karena kami sudah berikan waktu untuk membayarnya,” pungkas Eka Putra Wirman.
SELASA, 13 Oktober 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...