Masyarakat Adat Bayan Lombok Masih Alami Perlakuan Diskriminatif

Peneliti program peduli masyarakat adat NTB saat memaparkan hasil penelitian tentang masyarakat adat Bayan, Kabupaten Lombok Utara di hotel Lombok Plaza Mataram

MATARAM — Keberadaan masyarakat adat di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara masih terkesan terpinggirkan dan dan mendapat stigma dan perlakukan diskriminatif dari masyarakat umumnya.
“Stigma dan pandangan negatif sebagai masyarakat pinggiran, kumuh, bodoh dan terbelekang dalam hal pergaulan sosial dan pengetahuan termasuk masalah keyakinan beragama merupakan beberapa stigma negatif yang kerap disematkan pada masyarakat adat,” kata peneliti program peduli masyarakat adat, Yusuf Tantowi di Mataram, Sabtu (17/10/2015).
Padahal Keberadaan masyarakat adat selama ini telah terbukti sebagai kelompok masyarakat yang mampu bersahabat, menjaga 
kelestarian alam hutan dan mata air yang ada dan hasilnya bisa dinikmati sampai sekarang oleh seluruh masyarakat Pulau Lombok melalui ketersediaan air bersih di PDAM.
Dikatakan, parahnya pandangan atau stigma negatif tersebut juga turut diamini dan diekspos secara terbuka khususnya terkait keyakinan beragama yang hanya melaksanakan shalat tiga kali dalam sehari baik melalui media massa maupun hasil kajian – kajian ilmiah para peneliti dari luar.
“Pandangan dan stigma negatif itulah yang kemudian menjadi masyarakat adat sampai sekarang tetap mendapat perlakuan diskriminatif dari masyarakat umum lain termasuk dalam hal mendapatkan pelayanan publik,”sebutnya.
Untuk itulah, sebagai upaya menghilangkan pandangan tersebut, selain melakukan kampanye dan advokasi,juga berupaya mendorong lahirnya peraturan daerah yang mampu melindungi dan menjamin hak dasar masyarakat adat.
Sementara itu, anggota kelompok masyarakat adat Karang Bajo, Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, Dedi Irawan mengatakan, perlakuan diskriminatif yang dialami masyarakat adat Bayan sekarang sangat tidak sebanding dengan kontribusi besar yang diberikan.
Karena itulah keberadaan dan peran serta media massa untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat umum, khususnya terkait keberadaan masyarakat adat Bayan Lombok Utara sangat diharapkan supaya tidak terjadi kesalahfahaman pada masyarakat umumnya.
“Masyarakat adat itu meski berada di pinggiran, tapi merupakan penjaga lingkungan dan mata air yang menghidupi ribuan bahkan jutaan masyarakat Pulau Lombok,”sebutnya.
SABTU, 17 Oktober 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...