Masyarakat Sayangkan Pembangunan Waralaba di Pedesaan

Spanduk penolakan masyarakat

LAMPUNG — Keberadaan toko waralaba yang dibangun di desa dan dekat dengan warung kecil milik masayarakat di Kecamatan Ketapang Lampung Selatan membuat resah warga. Keresahan warga terhadap keberadaan toko waralaba tersebut bukan tanpa dasar sebab berhubungan dengan niat baik untuk menjaga pelaku ekonomi kecil. Bahkan kehadiran pemodal besar yang membangun usaha tanpa memperhatikan keberadaan pemilik usaha kecil akan membuat perekonomian di sekitar area waralaba menjadi terganggu.
Berdasarkan pantauan Cendana News, puluhan warung kecil yang berada di area tak jauh dari toko waralaba baru tersebut kini ketar ketir. Sebab selama belum ada toko waralaba yang sudah menjamur sebelumnya di beberapa wilayah tersebut, penjualan warung kecil saja sudah cukup kepayahan dalam menggaet konsumen. Sebagian masyarakat terutama pemilik warung kecil bahkan secara terang terangan menolak keberadaan toko waralaba tersebut.
“Sebelum ada toko waralaba, pembeli di warung kami aja bisa dihitung dengan jari, ditambah dengan adanya toko waralaba baru bisa bisa kami malah tutup dan tak berjualan lagi,”ungkap Sudiman (45) warga Desa Ketapang Lampung Selatan Selasa (27/10/2015).
Ia mengakui, keberadaan toko waralaba yang dibangun tanpa persetujuan warga yang berada dekat dengan warung kecil milik warga lain sangat disayangkan. Sebab keberadaan toko waralaba tersebut dipastikan akan membuat usaha warga lokal mati.
Hal yang sama juga dialami oleh AMri Harahap yang tinggal berseberangan dengan toko waralaba baru tersebut. Sebagai pemilik toko kelontongan ia mengaku tak pernah dimintai persetujuan apapun terkait keberadaan toko waralaba tersebut baik saat akan didirikan hingga akan diresmikan. 
“Saya dan keluarga saya justru tidak pernah dimintai persetujuan apalahi tandatangan karena kami justru mendengar persetujuan diberikan oleh warga yang tinggal jauh dari lokasi berdirinya toko waralaba tersebut,”ungkap Amri.
Sementara berdasarkan informasi, toko waralaba tersebut sudah mengantongi izin dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) berdasarkan persyaratan yang sudah ada dari bawah. Tetapi kenyataannya di lapangan sebagaian warga masih keberatan dengan keberadaan too waralaba tersebut. Melihat kenjadian tersebut,saat dikonfirmasi awak media Kepala BPMPPT Lamsel Zubaidi, SH akan segera turun kelapangan untuk memastikan hal tersebut. Pihaknya membenarkan jika ada warga yang mengirimkan surat penolakan terkait izin waralaba di Desa Ketapang itu.
Ia berjanji akan segera turun ke bawah. Sebab pihaknya beralasan perizinan dikeluarkan berdasarkan rekomendasi dari tingkat bawah mulai dari warga desa setempat, camat dan lainnya.
“Kalau tidak lengkap kami juga tidak berani mengeluarkan izin. Soal surat itu, dikirim oleh Pak Ketut ketika perizinannya sudah terbit. Nanti, kami akan fasilitasi masyarakat setempat dan pihak perusahaan membahas hal ini,”terang Zubaidi.
Pantauan media CDN, toko waralaba tersebut di depannya didirikan beberapa tenda dan membunyikan musik dengan salon cukup keras. Sementara beberapa pekerja masih berada di depan toko waralaba yang baru berdiri tersebut.
SELASA, 27 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...