Mayjen TNI Purn. Sutoyo NK Dimakamkan di TMP Kalibata

Proses pemakaman Mayjen TNI Purn. Sutoyo Noto Karsono
JAKARTA —  Proses pemakaman Mayjen TNI Purn. Sutoyo Noto Karsono (NK) yang menjabat sebagai Sekjen Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) yang juga Mantan Dirjen Sospol Depdagri di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata dilakukan dengan upacara militer dan dipimpin langsung adik almarhum, Winarto NK, Komandan Garnisum satu pada Senin, (26/10/2015), pukul 10.15 WIB.
Pemakaman tersebut dihadiri anggota Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) hadir dalam pemakaman tersebut, termasuk Menteri Dalam Negri Tjahjo Kumolo serta sejumlah mantan petinggi TNI, antaranya adalah Agum Gumelar dan Mantan Ajudan Soeharto, Letjend Suryadi serta KASAD Jenderal TNI Mulyono.
Pantauan Cendana News di lokasi, keluarga kerabat tampak tak dapat menahan air mata saat jenazah pria kelahiran Tulungagung, 3 Juni 1941 itu dimasukkan ke liang lahat. Bahkan, istri Sutoyo NK, harus dipapah kedua buah hatinya saat menabur bunga. 
Sekjen PPAD ini menghembus napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Pada Minggu 25 oktober 2015 pukul 11.25 WIB. Meninggalkan satu orang istri dan dua orang.
Dimata senior, Sutoyo NK termasuk sosok yang energik dan cerdas. Selain itu, ide-ide yang dilontarkan selama bertugas sangat berharga dan sangat berpengaruh di tubuh TNI. 
Sedangkan menurut anggota PPAD, Tri Moyo, almarhum Sutoyo NK merupakan Sosok Pejuang Patriot yang tak pernah mengenal lelah sampai akhir hidupnya. Pemikiran Almarhum itu tertuang dalam buku “Fellow Traveller, Peranan Palu Arit dalam Kehidupan Bangsa Indonesia”. 
“Saya sangat bersyukur bahwa karya Almarhum Mayjend Purn TNI Sutoyo NK, dapat mencerahkan dan bagaimana cara kita terselamatkan dari komunis,” ujarnya.
Tujuan mereka lanjut Tri Moyo, dalam merebut kekuasaan hanya dapat dicapai dengan kekerasan dan menggulingkan seluruh sistem sosial yang ada.
“Situasi NKRI di Rezim sekarang, Yakni Reformasi ini bersifat permisif, adiktif, brutal, transgresif, hedonistik, dan materialistik,” ungkap Tri Moyo.


SENIN, 26 Oktober 2015
Jurnalis       : Adista Pattisahusiwa
Foto            : Adista Pattisahusiwa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...