Membingungkan, Masyarakat NTT Keluhkan Sistim Listrik Pintar

Meter PLN Prabayar[Ilustrasi]
FLORES —  Upaya Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengalihkan sistem pelayanan ke listrik pintar belum cukup mudah diterima oleh semua pelanggan di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Adanya tingkat ketidakpuasan yang cukup tinggi terhadap sistem pelayanan listrik yang baru tersebut menyebabkan warga memilih untuk tetap bertahan dengan pola pelayanan listrik sebelumnya.
Salah seorang warga dari Kampung Langkas, Desa Pong Murung, Kecamatan Ruteng di Kabupaten Manggarai, Blasius Jelau mengatakan, listrik pintar itu sejauh ini diasumsikan lebih banyak membodohi masyarakat pelanggan. 
Dirinya antara lain menyebut pembodohan ini dalam kaitannya dengan perbedaan besaran perolehan nominal pulsa antara masing-masing tingkat kontrak daya. Pengisian  pada meteran 1.300 ke atas diklaimnya memiliki nominal perolehan pulsa jauh lebih kecil dibandingkan dengan pengisian pada meteran di bawah daya 1.300.
“Misalnya, itu tadi, isi Rp100.000 untuk meteran 1.300, tapi hasilnya kok cuma Rp67 ribu atau Rp60-an ribu sekian. Ada perbedaan ketika angka yang sama diisi ke meteran 900 dan 400. Menurut informasi banyak, fakta ini kalau mau kita cari, isi pulsa Rp100 ribu yang meteran 900, hasilnya tetap Rp100 ribu. Itu dibodohin, ‘kan,” ungkapnya.
Hal ini berbanding terbalik dengan yang dialami masyarakat pelanggan sebelumnya saat masih menggunakan layanan listrik non-pintar. Jelau mengakui, dirinya merasa lebih nyaman menjadi pelanggan listrik non-pintar dari listrik pintar. Namun, sikap mengalah terpaksa tetap mesti akan ditunjukkan sebab pasalnya ada target di mana semua pelanggan akan dimigrasi ke listrik pintar.
“Saya masih menggunakan meteran biasa. Tapi selama ini karena katanya harus 100 persen listrik pintar, saya nanti terpaksa mau. Tapi saya pilih yang meteran 900 kalau misalnya dipaksa. Makanya tadi saya tolak saat mereka mau pasang yang 1.300,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala PLN Ranting Ruteng sendiri diinformasikan sedang berkunjung ke pusat PLTPB Ulumbu ketika didatangi Cendana News untuk dimintai tanggapan terkait dengan hal ini. Dan belum bisa dimintai penjelasan hingga berita ini diturunkan. 
SENIN, 26 Oktober 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...