hut

Menikmati Nasi Goreng ‘Adoh Malele’, Hot-nya Luar Biasa

Chief Bambang, pencetus resep nagi goreng Ado Malele
JAYAPURA — Anda penggemar makanan pedas? nasi goreng Adoh Malele dapat berikan anda rasa pedas dengan tingkatan level, mulai dari level satu hingga level lima. Nasi goreng ini sendiri terdapat pada salah satu cafe di Ibukota Provinsi Papua.
Nama nasi goreng (Nasgor) Adoh Malele ini sendiri diambil dari kata-kata pergaulan di Papua, Chief Bambang, penemu dan pembuat nasi goreng ini mengungkapkan, nasi tersebut dasarnya dari nasi goreng kencur. Karena, ada tingkatan level sehingga disebut nagi goreng Adoh Malele.
“Level 1-5, kalau level satu 5 cabe, kalau level 2 gunakan 10 cabe, hingga level 5 yng paling tinggi gunakan 25 cabe. Nasi goreng ini gunakan cabe lokal dari Koya, Kota Jayapura dan Arso, Kabupaten Keerom,” kata Bambang, Sabtu (17/10/2015).
Nargor ini, menurut Bambang, memiliki tingkatan pedas gunakan rica kelipatan lima. “Level 1, 30 persen, level 2, 40 persen, kalau level 5, 20 persen, sedangkan untuk lecel 3 dan 4 jarang. Karena banyak yang cari yang agak pedes dan paling pedes. Bahkan ada yang pernah pesen level 5, dan masih kurang pedes,” ungkapnya.
Menurutnya, dalam tiga bulan terakhir nargor buatannya menjadi favorit para konsumen cafe tersebut. Pada awalnya, nargor Adoh Malele tersebut dikemas beralaskan daun pisang disertai dua tusuk sate ayam, telor mata sapi, ikan teri medan pada bagian atas nargor.
“Sebulan setelah Ado Malele mendapat nama di masyarakat Jayapura, sebagian konsumen sempat mengeluh nasi goreng beralaskan daun pisang. Sekarang hanya daun pisang tersebut sudah tidak digunakan lagi. Selama tiga bul;an Ado Malele menjadi top diatas menu-menu lainnya,” ujarnya.
Dalam sehari, ia bersama 7 juru masaknya menerima pesanan sebanyak 60 porsi dari konsumen, satu porsi Ado Malele cukup murah bagi kalangan menengah kebawah dengan harga Rp 30 ribu. “Nasgor sepiring dapat disajikan dalam waktu 7 menit,” tuturnya.
Salah satu penggemar nasgor Adoh Malele, Icad kepada Cendana News mengaku sangat tertarik dengan cita rasa nargor tersebut, lantaran ada ikan teri medan serta tambahan dua tusuk sate ayam, dan yang paling disukai adalah tingkat level nargornya menjadi pilihan tersendiri.
“Saya paling suka pedes, hampir tiap sore atau malam saya selalu datang bersama teman-teman atau keluarga di cafe ini, dan andalan kami hanya makan Ado Malele,” kata Icad.
Menurutnya, nargor ini memang membuat para konsumen harus menyediakan tisu, karena pasti akan membuat keringat bercucuran disekujur wajah. “Jangan makan kalau tidak suka pedas, karena nargor ini memang dikhususkan untuk yang suka pedas. Kalau sudah sekali coba, pasti besok akan ingin mencobanya lagi. Pokoknya enak sekali,” ujarnya.
Untuk membuktikannya, Cendana News mencoba sepiring nasgor Adoh Malele yang hanya ada di cafe Gracia, Abepura, Kota Jayapura, Papua. Tidak lebih dari 8 menit, nasgor Adoh Malele level 2 pun telah tiba dimeja makan.
Pada suapan pertama, anda akan merasakan kencur serta teri medan yang akan membuat tangan anda melanjutkan pada suapan kedua dan seterusnya. Namun, pada suapan ke-empat atau kelima, pedasnya Adoh Malele akan terasa dilidah. Dengan tambahan dua tusuk sate ayam dan telor ceplok mata sapi menjadi satu pengalihan rasa pedas dalam menikmati Adoh Malele tersebut. Anda tertarik untuk mencicipinya? silahkan datang dan rasakan pedasnya Adoh Malele, saat anda berkunjung ke Kota Jayapura, Papua, tepatnya di cafe Gracia, Abepura.
Icad, Salah satu penggemar nasi goreng Ado Malele level 5

Juru masak nasi goreng Ado Malele
SABTU, 17 Oktober 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...