Mental Juara, Harga Burung Dara Capai Ratusan Juta Rupiah

Witoto sedang melayani konsumen dikiosnya
JAKARTA — Sepertinya masih segar dalam ingatan saat kita masih kecil memelihara burung dara dari seekor menjadi sepasang, menjadi dua pasang, melatih burung tersebut agar hafal kandang dan rumah kita, dan menyaksikan bagaimana sepasang burung bisa menghasilkan beberapa telur yang nantinya menjadi burung-burung dara yang lucu.
Kenangan tersebut seakan menyeruak kembali dikala melihat Witoto yang sudah sejak tahun 1980 berdagang burung dara di Pasar Burung Pramuka tersebut mengurus burung-burung dara dagangannya di Pasar Burung Jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur. Bapak empat anak ini memiliki seratus pasang burung dara dagangan yang disebar di kios burung miliknya di Muntilan Jawa tengah dan di Pasar Burung Jalan Pramuka.
Untuk membuat seekor burung bisa hafal rumahnya dibutuhkan proses yang cukup panjang. Selain burung tersebut harus sering dimandikan, ia juga harus di latih setiap hari. Burung dara yang di latih sebaik-baiknya untuk mengenal kandang dan rumah pemiliknya adalah yang betina, karena nantinya sang jantan akan mengikuti si betina kemanapun ia pergi.
” Lebih mudah lagi jika si betina sudah bertelur di kandangnya, maka dijamin ia sudah mengenal kandang sekaligus rumah pemiliknya,” demikian sedikit penjelasan dari Witoto perihal burung dara kepada Cendana News, di tokonya, Rabu (14/10/2015).
Untuk kontes burung dara ini sering pula diadakan dengan hadiah mencapai ratusan juta rupiah. Cara penilaian kontes burung dara “tinggian” adalah seberapa tinggi si jantan dapat terbang, dan seberapa cepat si jantan menukik menghampiri betinanya dari ketinggian berapapun.
” Burung dara kontes yang sudah pernah juara harganya akan mencapai ratusan juta rupiah. Yang membuatnya menjadi mahal adalah pengalaman kontes serta mental juara yang dimiliki sepasang burung dara tersebut. Terutama si jantan yang tidak takut untuk menukik tajam dengan kecepatan tinggi menghampiri betinanya,” Witoto kembali melanjutkan penjelasannya.
Untuk harga burung dara biasa yang sudah “giring” (betina dan jantan sudah menyatu sebagai pasangan) sekitar 400,000 sampai 500,000 rupiah. Sedangkan untuk harga burung dara lepasan (satu ekor betina atau jantan) biasanya di lepas sekitar 50,000 sampai 100,000 rupiah. 
” Burung-burung dara dagangan saya selalu saya datangkan dari Muntilan, Jawa Tengah,” pungkas Witoto mengakhiri pembicaraan.
Harapan Witoto kedepannya, ia bisa lebih banyak menghasilkan burung-burung dara kelas kontes berkualitas. Karena dengan begitu maka tokonya akan semakin ramai lagi.
Burung-burung dara dagangan Witoto sedang di lepas di dalam kios

Witoto di kios burung dara miliknya
RABU, 14 Oktober 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...