Menteri PP dan PA: 2030, Ditargetkan Kesetaraan Gender Capai 50:50

Konfrensi pers Pertemuan Koordinas Regional Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak
BALIKPAPAN — Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak merencanakan gender equality pada tahun 2030 mencapai 50:50. 
“ Kita rencanakan gender equality ini pada tahun 2030 sudah 50:50. Memang sulit, namun kita harus optimis mencapai itu,” ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Yohana Yembise disela-sela Pertemuan Koordinasi Regional Tengah Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2015 sejak 30 – 2 Oktober 2015 di Balikpapan.
Menurutnya, kesetaraan gender ini masuk dalam pembahasan sidang Umum PBB pekan lalu, yang dihadiri kepala Negara dan telah resmi dilaunching. Mereka membuat statmen bersama  yang mengangkat kesataraan gender. Kesetaraan gender ini masuk dalam indikator ke 5 dalam SDGs 2015-2030.
“Indonesia dipilih dalam 10 negara besar yang sekarang mau mengkampanyekan kesetaraan gender laki-laki dan perempuan.  Kampanye ini mau kita launching, kita nanti pendekatan dengan presiden untuk launching di Jayapura secara nasional,” serunya, Kamis Malam (1/9/2015).
Yohana menilai, perempuan di Indonesia sudah cukup maju sesuai dengan Indeks pembangunan gender sudah ada peningkatan, namun laki-laki masih mendominasi  dan masih ada kesenjangan.
“Untuk itu, laki-lakipun harus mendukung perempuan dalam upaya menuju gender equality,” harapnya.
Sementara itu, Pada pertemuan Koordinasi Regional Tengah Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2015 sejak 30 – 2 Oktober 2015 di Balikpapan, Pertemuan yang diikuti oleh pemerintah provinsi di Kalimantan, Pulau Jawa dan Bali ini.
Pertemuan regional itu bertujuan merumuskan dan mensingkorinasasikan program dan kegiatan pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak antar sektor, antar wilayah, dan antara pusat dan daerah. Termasuk  mengidentifikasi capaian/keberhasilan spesifik terkait dengan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di daerah..
JUMAT, 02 Oktober 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Foto            : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...