Meski Kemarau, Permintaan Bibit Tanaman Masih Tinggi

Ngatman menunjukkan beberapa jenis bibit tanaman
LAMPUNG — Meski musim kemarau terus melanda daerah Lampung, namun permintaan bibit tanaman masih tetap tinggi. Dan dalam beberapa tahun belakangan tercatat sudah miliyaran bibit yang disebarkan dan dibagikan kemasyarakat untuk ditanam di lahan mereka.
“Banyak masyarakat yang mengajukan untuk bibit namun saat ini sedang musim kemarau sehingga kami beri waktu menunggu masa musim penghujan agar bisa tumbuh,” ungkap Manager Persemaian Permanen Lampung, Ngatman kepada Cendana News, Jumat (23/10/2015).
Disebutkan, beberapa tanaman yang menjadi incaran dan dibagikan kepada masyarakat secara cuma cuma diantaranya bibit Sengon, Akasia, Jabon,Puring, Cempaka, Eukalpitus, Medang, Merbau, Gamalina atau Jati Putih, Jati biasa, Gaharu, palem, Cemara Laut, Sukun, Pala, Durian, tanaman buah seperti Jeruk, Jambu,Pinang dan berbagai jenis tanaman lain.
“Ada berbagai jenis tanaman, total sekitar 48 jenis bibit yang kami tanam dan disediakan untuk penghijauan di wilayah Lampung serta wilayah lain,”terangnya.
Ia menegaskan, pengambilan bibit bisa dilakukan secara gratis dengan prosedur membawa kartu keluarga, rekomendasi dari desa, luasan lahan dengan masing masing kepala keluarga bisa mengambil sebanyak 1000 bibit. Selama ini hasil dari Bibit dimanfaatkan untuk kegiatan penanaman di dalam maupun di luar kawasan hutan. 
Penanaman di dalam kawasan hutan dapat berupa reboisasi, hutan, hutan tanaman rakyat swadaya, hutan desa dan hutan kemasyarakatan. Sedangkan penanaman di luar kawasan hutan dapat berupa : Kawasan yang tidak sedang dilaksanakan proyek: Kawasan publik, perkantoran, pemerintah maupun swasta, tempat ibadah antara lain: masjid, pesantren, gereja, pura, klenteng. Sepadan sungai yang memerlukan perlindungan. Tepi jalan (jalan Provinsi, kabupupaten, kota, desa).
“Instansi pemerintah, sekolah dan berbagai organisasi pecinta lingkungan mengambil bibit untuk ditanam dan selalu bisa kami penuhi,”terangnya.
Ia berharap selama musim kemarau ini proses pembibitan tidak terganggu dengan minimnya pasokan air sehingga kebutuhan bibit masyarakat Lampung masih bisa terpenuhi. Pantauan CDN, sekitar 70 pekerja sedang melakukan pembuatan media semai cetak berbahan baku sabut kelapa, kotoran ternak serta berbagai campuran tanah. Beberapa diantaranya membersihkan rumput yang tumbuh diantara bibit yang sedang tumbuh di persemaian milik Kementerian Kehutanan tersebut.

JUMAT, 23 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...