Meski Selat Sunda Diselimuti Kabut, Tranportasi Laut Masih Normal

LAMPUNG — Kabut asap yang menyelimuti Lampung akibat kebakaran hutan di beberapa provinsi di Sumatera yang menyebabkan jarak pandang hanya mencapai 200 meter belum mengganggu aktivitas transportasi laut di Selat Sunda.
Manager Operasional PT ASDP Bakauheni, Heru Purwanto mengungkapkan, saat ini aktifitas kapal di Selat Sunda masih normal dengan mengoperasikan sebanyak 27 kapal Roro. Meskipun demikian ia menghibau agar para nahkoda tetap memperhatikan himbauan dari KSOP atau petugas kesyahbandaran serta informasi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Saat ini memang kabut asap tebal menyelimutis ebagian wilayah Lampung dan juga perairan Selat Sunda, namun kami tetap menghimbau agar keselamatan pelayaran tetap diutamakan,”ungkap Heru Purwanto kepada Cendana News, Sabtu (24/10/2015).
Koordinasi dengan petugas syahbandar serta para nahkoda yang berlayar di Selat Sunda menurut Heru Purwanto sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan pengguna jasa pelayaran di Selat Sunda. Koordinasi diperlukan terutama dalam hal cuaca di perairan Selat Sunda yang terpantau oleh prakiraan cuaca BMKG. Sementara untuk situasi kabut asap saat ini secara visual masih bisa dilihat dengan mata telanjang.
Ia bahkan mengungkapkan pada akhir pekan ini aktifitas bongkar muat kapal di beberapa dermaga masih berlangsung seperti biasanya. Beberapa kapal masih menggunakan dermaga plengsengan hingga dermaga 6 sementara dermaga 4 masih belum dioperasikan karena dermaga Merak masih dalam perbaikan. Sementara perbaikan vender di dermaga 6 masih terus dilakukan akibat kerusakan beberapa pekan lalu.
SABTU, 24 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...