Mogok Makan Tolak Bandara Kulonporogo, Dua Orang Dievakuasi ke RS

Dua peserta mogok makan dievakuasi ke RS
YOGYAKARTA — Dua orang mahasiswa pelaku aksi mogok makan menolak rencana pembangunan Bandara Internasional Kulonorogo di halaman Gedung DPRD DIY, tumbang. Dua mahasiswa atas nama Maulana M Zain dan Fikri M Paruf dilarikan ke rumah sakit, Sabtu (31/10/2015) sore, karena staminanya menurun setelah enam hari ini mogok makan. 
Lebih mengharukan lagi, dua mahasiswa peserta aksi mogok makan itu terpaksa dievakuasi menggunakan becak motor, bentor, karena ambulance di sejumlah tempat di Yogyakarta sedang sibuk. 
Dengan mulut ditutup kertas bertuliskan Cabut IPL dan Tolak Bandara, Maulana M Zain dan Fikri M Paruf tergolek lemas di dalam tenda tempat sejumlah mahasiswa peduli warga terdampak pembangunan Bandara Kulonprogo melakukan aksi mogok makan di halaman Gedung DPRD DIY. 
Selama sepekan ini, mereka mencoba bertahan mogok makan. Namun, dua peserta aksi mogok makan tersebut tak kuasa lagi. Tak ingin terjadi hal lebih buruk, keduanya pun segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Santos Muhamad, Humas Gerakan Solidaritas Tolak Bandara (GESTOB) mengatakan, kedua mahasiswa itu terpaksa dievakuasi karena sejak malam sebelumnya sudah terlihat drop. Lalu, keesokan paginya kondisi keduanya juga semakin menurun dan sulit diajak bicara. 
“Demi keselamatan keduanya, kami memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit,” jelasnya.
Dua mahasiswa yang tumbang hari ini, menambah jumlah peserta aksi mogok makan menjadi tiga orang. Satu peserta lagi, menurut Santos, sudah tumbang sejak hari ketiga mogok makan kemarin. 
Santos yang tampak sibuk melakukan evakuasi dua peserta aksi mogok makan tersebut menyayangkan, jika sampai pada hari ke enam ini belum seorang pun anggota dewan dan pejabat lain di Pemda DIY dan Pemkab Kulonprogo yang menyambangi. 
“Ini membuktikan jika mereka hanya mendatangi rakyatnya ketika Pemilu saja, sedangkan saat dibutuhkan tidak ada,” tegasnya
.
Namun kendati peserta aksi mogok makan bertumbangan dan belum juga ada pejabat terkait yang menyambangi, Santos menegaskan jika pihaknya tetap konsisten untuk melanjutkan tuntutannya. 
“Kami tetap menolak pembangunan bandara dan menuntut pemerintah mencabut IPL,” tandas Santos. 
Dua peserta mogok makan lemas menunggu evakuasi 
SABTU, 31 Oktober 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...