Musim Kemarau, Hutan Lereng Gunung Rajabasa Rentan Terbakar

Kebakaran di lereng gunung Rajabasa

LAMPUNG — Kebakaran kawasan Gunung Rajabasa yang berada di Kabupaten Lampung Selatan masih rentan terjadi di musim kemarau ini. Seperti yang terjadi pada Sabtu malam (25/10/2015) di Desa Way Muli Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan. Kebakaran yang terjadi menjelang maghrib terlihat membakar semak semak yang berada di perkebunan warga yang berada di lereng bukit sehingga sulit dipadamkan.
Menurut salah satu warga Syamsul (34), pemadaman api tersebut dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya akibat mobil pemadam kebakaran sulit menjangkau ke lokasi. Syamsul mengungkapkan kebakaran terjadi di beberapa titik tanpa diketahui penyebabnya apakah unsur kesengajaan atau akibat orang yang membuang puntung rokok sembarangan.
“Hampir tiap sore menjelang maghrib bukit tersebut terbakar di beberapa titik dan entah apa penyebabnya ada yang sengaja membakar atau memang karena musim panas,”ungkap Syamsul kepada Cendana News, Minggu (25/10/2015).
Ia bahkan mengaku sebelumnya di wilayah Way Muli lereng Rajabasa sempat terjadi kebakaran yang sempat menghanguskan perkebunan warga, namun berada di luar kawasan hutan hutan lindung Gunung Rajabasa. Namun warga mengkuatirkan kebakaran bisa meluas ke kawasan hutan lindung yang masuk ke hutan Register 2 Gunung Rajabasa Lampung Selatan.
Kebakaran yang terjadi secara tiba tiba dan menjelang maghrib di beberapa titik tersebut menurut warga lain, Hendra (45), mengakibatkan asap tebal yang menyelimuti kawasan tersebut meski jauh dari pemukiman penduduk namun akibat terbawa angin mengakibatkan asap sampai ke permukiman warga.
Hendra yang merupakan salah satu warga di wilayah tersebut berharap pemilik kebun yang berada di luar kawasan hutan Gunung Rajabasa tidak membakar lahan sembarangan agar tidak terjadi kebakaran hutan. Beberapa pekebun sengaja membakar lahan mereka untuk persiapan menanam kembali namun akibatnya merembet ke perkebunan warga lainnya.


MINGGU, 25 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...