Operasi Pasar Bulog Wilayah NTT Masih Tunggu Perintah Gubernur

Basilius A Moruk 
FLORES — Badan Urusan Logistik (Bulog) di pelbagai Daerah di NTT masih menunggu dikeluarkannya Surat Perintah Gubernur, Frans Lebu Raya, untuk bisa menjalankan Operasi Pasar (OP). 
Hal ini disampaikan kepada Cendana News oleh Perusahaan Umum (Perum) Bulog melalui Kepala Kantor Sub Divisi Regional (Sub Divre) Ruteng, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, Basilius A Moruk di ruang kerjanya, Senin (13/10/2015).
“Kita akan lakukan Operasi Pasar. Untuk sekarang, belum. Kita untuk di NTT masih menunggu Surat Perintah dari Gubernur. Kita segera lakukan kalau sudah ada,” jelas Anis.
Operasi Pasar Bulog merupakan gerakan massal yang dilakukan oleh seluruh lembaga Bulog di pelbagai Daerah di Indonesia. Tindakan ini diambil dalam rangka mengendalikan lonjakan harga di tengah kelangkaan beras akibat kekeringan.
Anis sendiri berdasarkan hasil survei pasar yang telah dilakukannya mengakui, lonjakan harga beras di sejumlah pasar di dua kabupaten, Manggarai dan Manggarai Timur, yang dilayaninya, memang tergolong sangat tinggi jika dibandingkan dengan harga yang akan dimainkan pihak Bulog. 
“Harga beras di pasar sekarang sangat tinggi. Itu saya tanya di sejumlah pedagang di Pasar Ruteng, harga sudah mencapai 11 ribu hingga 12.000 rupiah,” tuturnya.
Sementara itu, terkait dengan harga yang akan dimainkan pihaknya di pasar, Anis menjanjikan akan menerapkan harga yang sejalan dengan tujuan Pemerintah untuk melindungi konsumen terhadap lonjakan harga yang diterapkan para pedagang beras di pasar. 
“Kalau kita akan jual dengan harga sesuai Instruksi Presiden, sebesar Rp 7.300 per kilogram,” ujar Anis. 
Selanjutnya untuk melakukan operasi pasar ini, Anis menyebutkan akan menggelar penjualan dengan menggunakan mobil. “Pemerintah memang sedang memikirkan supaya Bulog nantinya bisa punya tempat sendiri di pasar. Setiap lokasi pasar itu rencananya harus ada tempat khusus untuk Bulog,” tuturnya. 

SELASA, 13 Oktober 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...