Padat Karya di Orde Baru Dinilai Efektif Entaskan Kemiskinan di Pedesaan

Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin
MATARAM — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Amin mengatakan, salah satu strategi supaya pembangunan dan pengentasan kemiskinan di tingkat pedesaan adalah dengan menggalakkan program padat karya dengan melibatkan segenap lapisan masyarakat, baik terkait pembangunan prekonomian maupun infrastruktur jalan.
“Program padat karya dan gotong royong era orde baru masa pemerintahan Soeharto merupakan konsep pembangunan tepat dalam mensukseskan pembangunan dan mengentaskan kemiskinan di pedesaan,” kata Amin di Mataram, Jum’at (9/10/2015).
Mengingat hampir sebagian besar kantung – kantung kemiskinan selama ini banyak terdapat di pedesaan dan daerah pinggiran, baik terkait persoalan ekonimi maupun sarana infrastruktur lain seperti krisis air bersih, rumah tidak layak huni maupun sejumlah fasilitas lain.
Amin mencontohkan, dalam bidang ekonomi, masyarakat pedesaan banyak menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian. Kalau tanaman pertaniannya terganggu atau dilanda kekeringan sumber pendapatan bisa hilang.
“Termasuk juga kebutuhan akan air bersih dan rumah layak huni menjadi salah satu penyebab kenapa kemiskinan banyak terdapat di pedesaan dan daerah pinggiran,” katanya.
Lebih lanjut Amin mengatakan sebagai upaya melakukan pengentasan kemiskinan pedesaan dan daerah pinggiran, pengembangan berbagai jenis produk bidang pangan, peternakan, perikanan terus dikembangkan termasuk dengan mendorong dan membina masyarakat mengembangkan hasil pertanian dan kelautan menjadi bahan olahan bernilai ekonomis.
Dalam  upaya tersebut diharapkan program padat karya dihidupkan kembali atau menjadi contoh dalam pembuatan program serupa dalam memberika pelayanan yang baik terhadap masyarakat di pinggiran maupun di pedesaan.
JUMAT, 09 Oktober 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...