Paket Kebijakan Pusat Dinilai Tak Berdampak ke Daerah

Rendy Ismail Akademisi Universitas Balikpapan
BALIKPAPAN — Akademisi Universitas Balikpapan menilai selama dana pemerintah pusat maupun provinsi belum mengucur untuk sejumlah proyek yang melibatkan banyak pekerja, dipastikan perlambatan ekonomi akan terus berlanjut. 
Salah seorang Akademisi Universitas Balikpapan Rendy Ismail mengungkapkan paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah diyakini akan tidak efektif. Karena belum tentu daerah menerapkan kebijakan pusat dengan cepat. 
” Saya memang tidak punya data pasti. Yang jelas sejak paket jilid I sampai sekarang belum ada pengusaha yang merasakan kemudahan yang dijanjikan pusat,” jabar Dosen Politik Uniba, di Balikpapan, Sabtu (10/10/2015).
Menurut Rendy, solusi lainnya yang bisa memdorong perekonomian yakni dengan mendorong investasi dalam negri. Salah satunya dengan memberi insentif yang lebih banyak kepada pengusaha lokal. Maklum saja lanjutnya, 70 persen pelaku bisnis tanah air memilih menginvestasikan dana di luar negeri. 
“Kalo pengusaha lebih banyak keluar berarti kan ada yang salah. Apqlagi kalau bukan karena ada kepwntingan, perizinan yang susah dan lainnya,” tegasnya ketika ditanya paket kebijakan yang diterbitkan pemerintah.
Ia mengatakan alternatif lainnya dengan memberikan kemudahan perizinan dan kepastian hukum kebutuhan utama pengusaha. Jika tak kunjung terealisasi dipastikan krisis akan terus melekat hingga semester I tahun 2016.
Dengan demikian, pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin tidak terhindarkan. Dan diperkirakan PHK terbesar ditahun depan yakni disektor perkebunan karena berbagai isu merugikan pengusaha. 
“Tahun ini PHK besar terjadi pada sektor tambang. Dan tahun 2016 diperkirakan pada sektor perkebunan,” sambung Rendy yang juga menjabat sebagai Ketua Kadin Balikpapan.
Untuk itu, Rendy mengharapkan pemerintah harus mengevaluasi kebijakan pembangunan. Mendorong hulu dan hilir untuk hadir di Kaltim salah satunya dengan memberikan intensif . Contoh bangun pabrik produk turunan SDA yang ada di sini,” terangnya.
Ia menambahkan sektor Pariwisata dan pendidikan juga bisa didorong karena potensi dari sektor tersebut cukup besar. 
SABTU, 10 Oktober 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...