Pameran Foto Digelar di 5 Tahun Erupsi Gunung Merapi Yogyakarta

Sebuah rumah saksi bisu bencana Merapi dijadikan lokasi pameran
YOGYAKARTA — Sebanyak 80 foto jurnalistik yang menceritakan musibah erupsi Gunung Merapi tahun 2010, dipamerkan oleh seorang pewarta foto di sebuah rumah warga di dusun Petung, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Foto-foto bernilai historis dipajang di dinding rumah yang juga merupakan bekas korban labrakan awan panas dan material Gunung Merapi. Menariknya, pameran tersebut diadakan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Boy T Harjanto, fotograger di Yogyakarta memamerkan 80 foto karya jurnalistik yang merupakan koleksi foto-foto hasil jepretannya ketika terjadi bencana erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010, silam. Seperti diketahui, erupsi Gunung Merapi pada tahun itu menimbulkan ribuan korban jiwa dan mengubur ratusan pemukiman warga di sekitar lereng selatan gunung tersebut. Tidak kecuali juga pemukiman di dusun Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, yang menewaskan pula Mbah Marijan, sang juru kunci Gunung Merapi yang legendaris.
Boy mengatakan, pameran foto dan beberapa benda-benda lain seperti kerangka sepeda motor yang hangus terbakar saat terjadi erupsi dan kerangka hewan ternak serta berbagai benda peralatan dapur dan sisa-sisa kursi meja, sengaja digelar untuk memperingati lima tahun bencana erupsi Merapi. 
“Ini merupakan media refleksi atas peristiwa maut itu”, ungkapnya.
Boy mengharapkan, dengan menyaksikan foto-foto tersebut berikut rumah yang dibiarkan seperti aslinya yang rusak parah akibat diterjang awan panas dan material Gunung Merapi, masyarakat akan lebih tanggap dengan potensi dan tingkat bahaya Gunung Merapi, sehingga jika terjadi lagi bencana serupa jumlah korban bisa diminimalisir. 
Lebih dari itu, katanya, dengan kembali mengamati bencana Merapi melalui foto, masyarakat diharapkan bisa mengambil pelajaran berharga dari peristiwa bencana tersebut.
Sebagai upaya penyadaran, Boy mengaku akan membiarkan koleksi fotonya tersebut sampai kapan pun terpajang di rumah yang juga merupakan saksi bisu kedahsyatan erupsi Gunung Merapi. Rumah itu milik alm. Pudi, yang pada saat terjadi erupsi keluarganya selamat karena masih sempat mengungsi. Namun, rumah itu hancur dan hanya menyisakan sebagian dinding rumah.
Sampai kini, rumah tersebut dibiarkan begitu saja. Pasalnya, sejak erupsi Merapi 2010 sejumlah dusun yang berada 10 kilometer dari puncak Gunung Merapi memang tak boleh lagi ditempati. Sebagai gantinya, pemerintah telah membangunkan sejumlah huntap atau hunian tetap bagi seluruh korban erupsi Gunung Merapi 2010. 
Foto proses evakuasi bencana Merapi 2010
SELASA, 27 Oktober 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...