Pasca Pertemuan, Warga Sepakati Harga Ganti Rugi Lahan Tol

Lahan terimbas pembangunan tol sumatera
LAMPUNG — Setelah melakukan negosiasi dengan tim penentuan harga (appraisal) pembebasan lahan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, akhirnya warga mendapatkan harga  (appraisal) pembebasan lahan sesuai dengan yang diperjuangkan.
Salah seorang warga, Rudini (35)  mengaku lebih puas setelah musyawarah dibanding sebelumnya saat warga belum mengetahui dengan persis besaran ganti rugi lahan tol.
“Awalnya pernah terungkap bahwa ganti rugi lahan tol hanya sebesar Rp.35ribu dan kami merasa itu sangat menyengsarakan warga yang selama ini memiliki tanah terutama pemilik lahan pertanian yang sebagai sumber mata pencaharian,”ungkap Rudini kepada Cendana News, Rabu (21/10/2015).
Berdasarkan pertemuan terakir tersebut disepakati harga ganti rugi tanah untuk lahan tol Trans Sumatera dinilai pada kisaran harga Rp180ribu per meter untuk jenis tanah kebun, sementara untuk tanah pekarangan disepakati pada kisaran harga Rp350ribu per meter.
Hal tersebut dibenarkan kepala desa Sabah Balau, Misyanto, yang mengungkapkan sudah ada musyawarah warga dengan pihak tim aprraisal terkait penentuan harga tanah. Harga tanaman dan bangunan pun dipastikan berbeda sesuai penghitungan oleh tim appraisal.
Dari sekitar 118 kepala keluarga terdampak jalan tol trans Sumatera di ruas Bakauheni-Terbanggi Besar yang melewati Desa Sabah Balau, sebanyak 30 kepala keluarga absen dalam musyawarah tersebut.
Ia mengaku kesepakatan antara tim aprpraisal dengan warga tersebut sebagian sudah bisa diterima oleh warga, namun tak bisa dipungkiri masih banyak warga yang tidak puas dengan besaran pergantian tanam tumbuh dan bangunan di atas tanah mereka.
“Jika masih ada warga yang keberatan terkait penghitungan tanam tumbuh bisa melakukan verifikasi ulang sehingga ada kesesuaian data terkait kepemilikannya,”ungkapnya.
RABU, 21 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...