Pasca Tertembaknya 2 Polisi, Cargo Pengiriman Barang Tidak Beroperasi

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw
JAYAPURA — Cargo Pengiriman Barang Areal Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura masih ditutup pasca insiden tertembaknya dua anggota polisi di areal Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura oleh anggota Paskhas yang melakukan pencegahan terhadap perusakan fasilitas negara oleh sekelompok warga.
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw membenarkan kejadian tersebut, menurutnya kejadian itu murni kecelakaan. 
“Kini situasinya sudah membaik,” kata Waterpauw saat memberikan keterangan pers yang didampingi Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian dan Komandan Lanud Jayapura Kol (Pnb) Purwoko Aji Prabowo di Mapolda Papua, Kota Jayapura, Jumat (02/10/2015).
Pihaknya telah berkordinasi dengan Danlanud Jayapura pasca kejadian tersebut, agar kejadian tersebut tidak semakin luas dan menambah korban. “Tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian penyerangan tadi pagi,” ujarnya.
Sementara itu, Danlanud Jayapura, Purwoko menuturkan anggota Paskhas melakukan upaya pencegahan agar sekelompok warga yang mabuk itu tidak menggangu objek vital nasional di bandara, namun saat keluarkan tembakan peringatan terkena dua anggota polisi.
“Anggota paskhas saat itu mengejar salah satu warga yang lari ke arah apron. Nah pada saat mengeluarkan tembakan peringatan dan peluru rupanya nyasar mengenai dua anggota polisi yang juga sedang bertugas,” kata Purwoko.
Data yang diterima Cendana News, kantor pengiriman barang, pos security cargo Nayak, Asrama Trigana dan mobil dinas bandara yang tengah diparkir pada kantor bandara dirusak sekelompok warga, pada Jumat pagi dini hari.
“Ada  bekas lemparan batu di kaca bus yang berada di areal cargo. Kami menduga ada lebih dari 30 orang yang melakukan pengerusakan ini. Diduga mereka dalam keadaan dipengaruhi minuman keras,” kata Kapolres Jayapura, AKBP Sondang Siagian.
Hingga saat ini, lanjutnya, 4 orang petugas keamanan dari Cargo Nayak telah diperiksa dan 6 orang dari warga sipil. “Tapi belum ada yang ditetapkan tersangka, sampai saat ini, pasca insiden itu,” ujarnya.
Saat ini, kedua polisi tersebut atas nama Briptu Riqzan yang mengalami luka tembak pada bagian pantat dan luka robek pada kepala bagian belakang. Kemudian Briptu Riqzan mengalami luka tembak pada paha sebelah kiri tengah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Bhayangkara milik Polda Papua, Kotaraja, Kota Jayapura.
JUMAT, 02 Oktober 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...