Pasokan Air Persemaian Menyusut, Embung dan Sumber Air Ditambah

Ngatman Manager Pusat Persemaian Permanen Lampung menunjukkan tempat penampungan air untuk penyiraman bibit
LAMPUNG — Persemaian Permanen Lampung yang dikelola Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih-Way Sekampung mulai mengalami dampak berkurangnya ketersediaan air di pusat pembibitan, persemaian yang memasok bibit akibat musim kemarau.
Manager persemaian permanen Lampung, Ngatman menyebutkan, kemarau yang masih berlangsung ini membuat pasokan air berkurang. Namun pihaknya mengambil beberapa langkah untuk mengantisipasi kekurangan pasokan.
“Kami memiliki beberapa sumber air dari sumur pompa untuk kemudian ditampung dalam bak penampungan,”ungkap Ngatman di pusat persemaian permanen Desa Karangsari Kecamatan Ketapang, Kamis (22/10/2015).
Disebutkan, ada tiga sumur sumber air menggunakan tenaga jet pump,mercibel yang menyedot air tanah dan ditampung dalam reservoir berkapasitas 40 kubik. Air yang ditampung tersebut selanjutnya dipompa ke alat penyiram berbentuk sprinkle yang tersebar di seluruh persemaian seluas 2,5 hektar tersebut untuk sumber pasokan air setiap harinya. Total sebanyak 500 sprinkle tersebar di petak petak persemaian dan menyiram dengan waktu siram rata rata 5-15 menit dan dijalankan oleh operator penyiraman.
“Selama musim kemarau untuk efesiensi kami gunakan air tampungan saat disedot pagi hari maka bisa digunakan untuk penyiraman siang hari dan sore hari, sementara penyedotan sore hari untuk penyiraman pagi hari,”terangnya.
Air di dalam tampungan tersebut dipergunakan untuk menyirami sebanyak 2 juta bibit sehingga dalam penyiraman dibutuhkan air cukup banyak. Menurut Ngatman, kendala yang dihadapi selama musim kemarau bagi pusat persemaian diatasi dengan mengaktifkan dua reservoir agar tanaman yang sedang tumbuh tersebut tidak kering dan mati.
Selain menyediakan sebanyak tiga sumur, sebuah embung besar pun dibuat untuk penampungan air yang akan dipergunakan untuk menampung air saat musim penghujan. Kurangnya curah hujan membuat embung yang sudah dibuat tersebut saat ini belum maksimal digunakan sehingga direncanakan pihak pusat persemaian permanen akan menambah sebanyak satu sumur pompa lagi.
Jika sumur sudah bertambah, Ngatman mengungkapkan sesuai ploting area, sebanyak 8 hektar lahan akan disiapkan untuk menambah luas lahan persemaian permanen tersebut.
Embung
KAMIS, 22 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...