Pasokan Menipis, PT ASDP Terpaksa Beli Air dari Penyalur untuk Kapal

Ruang navigasi kapal di pelabuhan Bakauheni
LAMPUNG — Musim kemarau panjang berdampak pada pasokan air tawar di kapal Roll On Roll Off (Roro) yang berada perairan Selat Sunda. Bahkan kapal kapal yang selama ini mendapat pasokan air tawar dari PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Bakauheni harus membeli dengan tangki di luar pelabuhan.
Menurut Manager Operasional PT ASDP Cabang Bakauheni Heru Purwanto, kekurangan air pada alat penampungan air di PT ASDP sudah terjadi sejak 4 bulan lalu. Akibatnya bagian air tawar PT ASDP melakukan kebijakan pengurangan penggunaan air tawar untuk masing masing kapal.
“Rata rata mesin pompa air yang kami gunakan bisa menginput air cukup banyak pada hari biasa namun kini lebih berkurang sejak berlangsung musim kemarau,”ungkap Heru Purwanto saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (11/10/2015).
Ia mengungkapkan, rata rata penggunaan air tawar atau air bersih oleh setiap kapal memiliki kebutuhan berbeda beda. Rata rata bisa mencapai sekitar 5 hingga 10 ton sekali trip. Tapi untuk musim kemarau ini kebutuhan tersebut sudah tak bisa dipenuhi seluruhnya. Bahkan mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik PT ASDP digunakan untuk mengambil air di lokasi mata air yang jauh dari pelabuhan Bakauheni untuk dibawa ke penampungan milik PT ASDP.
“Alat penampungan air kami saat melakukan pemompaan air selama musim kemarau harus menunggu penuh sehingga tak semua permintaan air bisa dipenuhi sehingga ada perusahaan kapal yang mencari di luar,”ungkap Heru Purwanto.
Kebutuhan air di pelabuhan Bakauheni selama ini selain dipasok dari penampungan air milik PT ASDP juga dibeli dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cabang Bakauheni. Air bersih tersebut digunakan untuk kantin, kantor serta sarana kamar mandi untuk keperluan pengguna jasa pelabuhan Bakauheni.
Sementara itu salah satu pengurus perusahaan kapal KMP Trimas Laila, Joni, mengungkapkan setelah menjalani proses achor di perairan Selat Sunda akhirnya kapal tersebut melakukan operasi dan membutuhkan air sekitar 5 ton.
“Sebanyak 2 ton bisa dipenuhi dari sumber air milik PT ASDP namun sisanya saya beli dari perusahaan air swasta karena keterbatasan stok air di pelabuhan,”ungkap Joni.
Kebutuhan air bersih dari luar Pelabuhan Bakauheni tersebut biasanya dibeli dengan harga Rp250ribu untuk satu tangki yang berkapasitas 3 ton. Kebutuhan akan air bersih sangat diperlukan untuk operasional kapal serta untuk kenyamanan pengguna jasa pelayaran.
Selama ini kebutuhan air bersih di dalam kapal disalurkan ke kapal dari penampungan penampungan di setuap dermaga. Kebutuhan akan air tersebut digunakan untuk kamar mandi serta proses pendinginan mesin kapal serta keperluan lain. Selama musim kemarau bahkan pihak kapal menghimbau agar crew kapal lebih berhemat dalam menggunakan air tawar bersih.
Tempat penampungan air PDAM
MINGGU, 11 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...