Pedagang Beras Pasar Ruteng Pasrah Hadapi Banting Harga OP Bulog

Pedagang beras di Pasar Ruteng
FLORES — Rencana operasi pasar Kantor Bulog Sub Divisi Regional (Sub Divre) Ruteng dikhawatirkan pedagang akan membuat dagangan mereka merugi. Romanus Rading, salah seorang pedagang beras di pasar Ruteng, para pedagang di Pasar Ruteng rata-rata sudah terlanjur menyetok berton-ton beras dengan harga timbang masuk jauh di atas kisaran harga yang hendak dioperasikan pihak Bulog.
“Karena kita jujur saja, kami beli beras beras itu dengan harga timbang masuk Rp.9.300 per kilogram. Lalu kita jual Rp.10.000 per kilogram. Sangat merugi sekali kalau misalnya kami punya stok banyak, lalu ada operasi pasar,” ungkap Rading di Pasar Ruteng, Minggu (18/10/2015).
Rading sendiri mengakui pasrah berhadapan dengan akan dilakukannya tindakan banting harga oleh pihak Bulog. “Jelas sangat merugikan kita pedagang beras. Mau bagaimana kalau memang itu kebijakan pemerintah? Memang kita ini ada izinan. Ada kontribusi juga terhadap Pemerintah Daerah. Kalau operasi itu berjalan jelasnya akan mengganggu,” ujar Rading kepada Cendana News.
Pemerintah diharapkannya bisa memikirkan pula dampak buruk kebijakan tersebut bagi kelangsungan bisnis para pedagang beras. Sosialisasi kepada para pedagang antara lain perlu dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi mereka mengkondisikan strategi bisnis. Juga semestinya, kata dia, pemerintah melakukan survei terlebih dahulu terkait dengan sejauh mana kondisi stok beras pedagang baru kemudian menggelar operasi pasar.
“Menurut saya, bagusnya survei stok dulu. Kalau sudah mau habis, pedagang tidak melakukan stok lagi karena pasar murah mau dilakukan. Kami nanti ke depan, mau stok banyak, takut. Kalau misalnya pemerintah langsung pasarkan di sini, otomatis pedagang di sini mati. Siapa yang tidak mau dapat beras dengan harga murah. Selisih sedikit saja, orang lari. Apalagi kalau selisihnya besar seperti yang diinformasikan,” tuturnya.
Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Bulog Sub Divre Ruteng, Basilius Anus Moruk menginformasikan, operasi pasar Bulog akan menerapkan harga Rp7.300 per kilogram. Harga tersebut merupakan nominal yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Pusat dan berlaku sama untuk seluruh wilayah di Indonesia. 
MINGGU, 18 Oktober 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...