Pedagang Berharap Pasar Burung Pramuka Tidak Direlokasi

suasana salah satu lorong kios pedagang pasar burung jalan pramuka yang bersih dan nyaman
JAKARTA — Tidak salah jika Pasar Burung Jalan Pramuka yang di bangun pada tahun 1975 ( 40 tahun yang lalu ) oleh Gubernur DKI Jakarta kala itu, Ali Sadikin menjadi Pasar unggas terbesar di kawasan Asia Tenggara, karena pasar ini menjual berbagai burung lokal indonesia yang berasal dari Sabang sampai Merauke berikut burung-burung serta jenis unggas import.
Sekitar bulan Juli tahun 2015 pasar ini pernah terbakar namun sudah dibangun kembali dan sekarang Pasar Burung Jalan Pramuka sudah nyaman untuk dikunjungi dengan lantai keramik yang bersih serta komitmen para pedagang yang menjaga kebersihan pasar setiap harinya.
Heri, seorang pengunjung yang mencari burung jalak mengaku nyaman berkeliling-keliling di Pasar burung jalan pramuka karena tempatnya teratur dan bersih.
” Tidak jorok dan berbau unggas yang membuat sesak nafas, sekarang pasar burung pramuka keren banget,” Ujar Heri asal Kupang kepada Cendana News di Jakarta, Rabu (14/10/2015).
Kurang lebih 300 pedagang yang memenuhi Pasar burung Jalan pramuka untuk mengais rejeki setiap harinya, dan angka perputaran uang disini juga cukup fenomenal karena mencapai ratusan juta rupiah per hari. Hal ini diamini oleh Anwar, seorang pedagang burung import yang sudah kurang lebih duapuluh lima tahun berdagang di Pasar Burung Jalan Pramuka.
“Jika sehari bisa jual burung starling atau Rosella yang asal Belanda, maka wajar saja jika perputaran secara keseluruhan uang disini mencapai ratusan juta rupiah,” sambut Anwar.
Namun sepertinya rencana Presiden Joko Widodo dan Dirut PD Pasar Jaya Djangga Lubis untuk merelokasi mereka ke daerah Jatinegara kaum di Pulogadung pada tahun 2016 membuat pedagang resah dan gelisah. 
Witoto seorang pedagang burung dara “tinggian” (bukan burung dara balap) asal Muntilan Jawa Tengah yang sudah kurang lebih tiga puluh tahun berdagang disini mengatakan mereka pasti akan menderita kerugian yang sangat besar jika rencana itu benar-benar terealisasi tahun depan.
” Pastinya kami akan merugi, karena harus memulai dari awal lagi dan banyak faktor-faktor lain yang menyebabkan kami merugi nantinya. Semoga rencana ini tidak terealisasi,” harap Witoto.
Harapan para pedagang pasar burung jalan pramuka kedepannya, yaitu rencana relokasi dibatalkan. Semoga pemerintah dan PD.Pasar jaya bisa mengajak para pedagang duduk bersama terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan tidak populer tersebut.
Pasar Burung Jalan Pramuka

Suasana Pintu masuk ke Pasar Burung jalan pramuka yang bersih
RABU, 14 Oktober 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...