Peduli Bencana Kabut Asap, Jurnalis Lakukan Trip ke Sumber Api

Jurnalis Trip Asap
JAYAPURA — Sisi sosial jurnalis Kota Jayapura terpacu, lantaran kebarakan hutan yang menyebabkan asap selimuti Kota Sentani, Kabupaten Jayapura. Alasan tersebutlah, sebanyak 20-an jurnalis melakukan trip jurnalis untuk melihat langsung asal titik api.
“Asap banyak sekali di langit Sentani, Kabupaten Jayapura. Kasihan sekali melihat kondisi ini, kami jurnalis hanya bisa melakukan coretan tangan untuk menginformasikan ke publik kondisi langit dan titik api yang ada,” kata Alfian salah satu jurnalis Nasional di kawasan Ifar Gunung, Kabupaten Jayapura, Jumat (23/10/2015).
Lima ratus hingga 1 kilometer, puluhan jurnalis berjalan kaki untuk menemukan titik asal asap yang berada di atas gunung Kampung Harapan. Alfian, mengaku melihat sejumlah titik kebakaran dikawasan hutan tersebut.
“Tadi kami lihat ada 7 titik dalam satu lokasi, sebagian gunung sudah hangus terbakar. Sebagian lagi akan merembet terus menerus ke anak-anak Gunung Cyclop, Sentani, apabila ini tidak ditangani dengan serius,” ujarnya.
Hingga kini, menurutnya, belum terpublish bahayanya asap yang ada di Kabupaten Jayapura. “Kami belum dapat informasi dari pihak kesehatan soal dampak dari asap itu dan juga asap tersebut belum diketahui kadar asapnya juga,” beber pria berambut gondrong ini.
Ditempat yang sama, seorang jurnalis yang telah melanglang buana dalam dunia jurnalistik kurang lebih 18 tahun mengaku salut kepada petugas yang melakukan pemadaman api dititik lokasi kebakaran hutan, secara manual. “Kendaraan tidak bisa menuju lokasi, harus berjalan kaki menuju lokasi,” kata Somba.
Kalau angin yang kencang dan mengarah kearah kota Sentani, lanjutnya, hal itu dapat dipastikan penerbangan di bandara Sentani akan terganggu. Ia berharap, Pemda terkait segera mengantisipasi masker kepada masyarakat setempat.
“Kalau dilihat angin yang kencang, kalau tidak dipadamkan dapat merembet jauh ke gunung lain. Selain itu dibelakang gunung tersebut adalah gunung Cyclop yang selama ini menjadi sumber mata air bagi Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Secepatnya juga diantisipasi dengan adakan masker, agar tidak terjadi penyakit ISPA di masyarakat,” ujarnya.
Perjalanan jurnalis yang menempuh kurang lebih 3 jam lamanya ini, menggunakan satu bus dari Kota Jayapura menuju Rindam XVII/Cenderawasih, Kabupaten Jayapura, tepatnya di Ifar Gunung, sesampai disana puluhan jurnalis harus turun dan berjalan kaki untuk melihat lokasi kebakaran yang mengakibatkan terjadinya kabut asap di atas kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

JUMAT, 23 Oktober 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...